Dua minggu lalu, ya tepat pada hari yang sama... awal mula kekacauan pada otakku terjadi.
sungguh aku tak tahu babak sinetron apa lagi yang Tuhan sediakan untukku.. kenyataan yang jujur membuatku terpaku dengan sekujur tubuh mendadak dingin...tidak Tuhan...apa lagi...
saat ini...waktu ini..masa ini...aku masih terus berusaha merayap mengais mencari setiap emas yang terkubur sambil membawa seluruh tanggung jawab...lalu..haruskah benda sialan itu menghancurkan semua?...kumohon Tuhan..tidakkah lebih baik kau Tunda beberapa puluh tahun lagi untuk memberikannya padaku...
Tuhan...aku hanya bisa menangis...bersujud membanjirkan seluruh air mata diatas sajadah...kutumpahkan semua makian kesal atas cerita yang kau susun untuk ku...doa-doaku menjadi suara parau..entah terdengar atau hanya menjadi bunyi-bunyi yang menggangguMu...
Tuhan...saat ini...waktu ini...masa ini....dengan kubuang semua egoku dan lalu bersimpuh padamu sebagai manusia hina...aku yakin..Engkau jauh lebih besar dari apa-apa cerita yang kau sutradarai untukku ...karenanya...aku akan memainkan lakon sesuai peran yang kau beri..dengan Jiwa dan raga pinjamanMu...dengan hati yang terus menjerit menangis menyebutMu...tapi kumohon Tuhan...
Setidaknya beri aku kekuatan untuk bisa menggariskan senyum simpul di wajahku agar tidak ada siapa-siapa yang harus ikut larut...