Wednesday, December 15, 2010
ragam cinta
itu lah cinta..ragam rupa rasa
ada cinta monyet
ada cinta pertama
.....
banyak orang bilang cinta monyet itu indah mendebarkan
lalu..
cinta pertama itu manis romantis...
bagiku..
tidak keduanya..
bagiku,,,
yang mendebarkan, manis dan romantis sepaket dengan paitnya itu hanya cinta sejati...
cinta sejati...
rasa yang selaras, harmonis, beragam rasa, saling mengisi, menerima apa adanya
mencintai bukan dengan karena...tapi mencintai dengan walaupun...
(^_^)
Thursday, November 18, 2010
bersua
lama sekali tak ku bersua..
sekilas ku baca karya dahulu ku...
terkilaslah beberapa sakit dahuluku..
ah..beberapa ku simpan
beberapa ku musnahkan...
tersimpan bukan kenangan
namun manis pelajaran
musnah bukan lupakan
namun sakit tak kubiarkan
ah hidup ini warna warni
hari esok akan beda dari hari ini
rasa esok pun dapat beda dari rasa hari ini
begitulah hidup manusia
dinamis....
Friday, June 18, 2010
Cerita kini
Dago,
Ketika belum sampai kini
Aku mengaca pada diri
lalu bergumam sendiri
Apa tidak terlalu dini ?
Ah aku ragu pada hati…
Kemudian hari berganti
Bulan pun tak lelah berlari
Tanggal sama saat nanti
Akankan kah bisa bersemi
Pelan-pelan ku arungi
Sedikit ragu ku langkahi
Satu persatu terlewati
Sungguh manis hari-hari ini
Lalu, sampai pada kini
Waktu berwarna-warni
Putri penunggu rumah hati
Namamu lalu terpatri
Terukir dalam hati
Aku bersyukur bukan mimpi
Tapi mimpi yang terealisasi
Sunday, June 6, 2010
Kata
Bukan,tak dapat dikata
Hanya saja sulit jika satu kata
Lalu,berapa kata?
Bukan hanya beberapa saja
Hanya saja ini bukan sekedar kata
Ah,kata perkata
Kita bukan bermain saja dengan kata
Apalagi kata cinta
Meski 'cinta' kasatnya hanya sebuah kata
Tapi sulit diungkap dengan kata
Karena ia kata bermakna
Kini dilanda cinta
Hingga sulit berkata
Hanya dapat bersikap makna
Saturday, May 8, 2010
cinta berkata pada hati
berkali dia mengucap
"aku sayang kamu, aku cinta kamu, aku ingin selalu denganmu"...
aku pun dengan lirih menjawab dingin
"iya, makasih yah, makasih sudah mau menemaniku"
setiap kali dia berkata demikian, aku pun menjawab demikian....
Apatis itu pun terbalas dengan sikap...aku masih ada disini menunggu dengan sabar
Pernah terucap untukku padanya "ah, paling lama tiga bulan dan kau pun akan bosan padaku, lalu pergi tak berjejak seperti dahulumu"...kembali berbalas kata "ah, kau lihat saja nanti...aku sungguh-sungguh padamu"....seperti mendengar bualan besar sampai ditelingaku..
dia pun tetap bersikap...aku masih ada disini menunggu dengan sabar..
Pernah terucap kembali untukku padanya "aku tidak butuh kata manis, karena lidah tak bertulang, kata pun dapat berganti"....kembali berbalas kata "ah, kata manisku bukan dari lidah tapi dari hati terdalam"....seperti lelucon yang tersampaikan dipikirku...
dia pun tetap bersikap...aku masih ada disini menunggu dengan sabar..
Pernah terucap kembali untukku padanya "aku rindu kekasihku yang lalu.."...kembali berbalas kata "ya, tidak masalah, aku bisa menemuimu karena waktu yang telah kau lewati bersamanya, aku tetap ingin ada disampingmu"...pelan hati tersentak...
dia masih dengan sikapnya...aku masih ada disini menunggu dengan sabar..
Hingga ia tak lagi berucap...hanya saja,,
Menyediakan waktu di tengah kerjanya hanya untuk membuatkan ku nasi goreng spesialnya...
Menyisihkan uang keringatnya yang pas-pas an untuk membuat spagheti idamanku..
Mau membiarkanku meminum air duluan ketika dahaga menyerang kami berdua
Menyisipkan beberapa buah apel ditasku agar aku tak lupa makan buah...
semua dilakukan dengan senyum...senyum yang perlahan menggores senyum diwajahku...
"Tuhan, apa lagi ini?" terus ku bertanya pada pikir...
tak sadar rasa itu terpupuk...
Terucap untukku padanya sedikit hati berbicara "jangan lupa makan ....jangan ngebut...jangan tidur larut.."dan jangan..jangan lainnya...kembali berbalas kata "iya, aku ingin berubah menjadi lebih baik untuk diriku dan kamu"....kata yang menyentil wajah hati..sedikit menariknya tersenyum
rasa itu pun terairi tumbuh tak sadar...
Terucap untukku padanya sedikit ragu "mau kah kau temaniku"...kembali berbalas kata "selalu ada waktuku untukmu"...singkat kata bermakna....membuatku terbang melayang pada waktu-waktu sebelumnya...ya, ia tak pernah absen saat ku butuhkan..
ah rasa ini perlahan subur...
Terucap untukku padanya dengan suara pelan "aku butuh kamu..." kembali berbalas kata "apapun akan kulakukan untukmu semampuku, aku sayang kamu, meski aku tau aku bertepuk sebelah tangan"..ah, kali ini kata yang menampar...
inikah yang kuharapkan? disayangi dengan "meski" bukan "karena"
Terasa, pelan menjadi indah, pelan menjadi nyaman...detikkupun yang kelabu jadi berwarna
Terucap untukku padanya "aku sayang kamu" kembali berbalas kata "aku juga sayang kamu, lebih dari kamu sayang aku"..dahi ku mengernyit bertanya apa maksud kata?
Kemudian ia kembali tak berucap...hanya saja
Bangun ditengah malam cuma untuk membenarkan selimutku yang tersingkap..
Mau membersihkan kloset yang lama tak ku sikat hanya untuk menghindari gatal-gatal dibokongku..
Menahanku menyantap makanan berlemak hanya untuk menghindari aku kena kolesterol..
Mengajaku bermain gulat-gulatan penuh tawa hanya agar ku sedikit berolahraga..
Ijin keluar dari kantornya hanya untuk memberikan jatah makan siangnya kepadaku..
Membiarkan diriku terlelap dahulu dan memastikan tak ada seekor nyamuk pun mengganggu lelapku..
Membiarkan dirinya terlibat bahaya hanya karena ia tak rela bahaya itu mengancam diriku...
dan banyak lagi...
akhir kalimat...terucap untukku padanya "aku sangat sayang sama kamu, aku tak ingin kehilangan kamu"..tak berbalas kata...hanya senyum tulus, pelukan hangat dan kecupan dikening yang menyampaikan maksudnya...
Saturday, April 3, 2010
Setia bukan janji
apa definisinya?
apa teori pendukungnya?
tidak, tidak satupun berkaitan dengannya
bukan berarti terkata...
tapi terasa...
janji...
apa terapi diri?
apa terikat sampai mati?
jauh, jauh dari kalimat yang terliliti
tak hanya terpatri dalam hati...
tapi detik yang dijalani...
cinta
hanya hubungan dua manusia?
apa nafsu semata?
salah, salah melihat dari kacamata
jangan sampai terlupa
cinta bisa terluka
layak dua orang menjalin cinta
salah satunya mengucap kata
"aku tak janji setia
karena ku tak mau setia karena janji
aku dan kamu mencinta
karenanya ku setia karena cinta"
Thursday, March 4, 2010
salahkah?
sambil sedikit terbatuk dengan keronkongan yang kering...sedikit ku berpikir tentang kejadian semalam...
yah...kejadiaan saat seseorang berkata padaku "menangis itu bisa membuat kau tidak dihargai"
aku tak memungkiri, aku suka menangis...mungkin bagi sebagian orang yang tidak begitu mengenalku akan merasa aneh...kenapa seorang aku yang berbadan besar dengan gaya super tomboy ini hatinya sensitif hingga mudah menangis....aku sendiri tak tahu mengapa aku menjadi seseorang yang seperti itu...
salakah jika menangis?
orang itu pun kembali berkata suatu hal yang membuatku tertegun...
"mungkin pacarmu dulu tidak menghargaimu karena kamu suka menangis...jadi berhentilah menangis agar kamu bisa dihargai oleh orang termasuk yang menjadi pacar kamu"
sungguh perkataan itu selalu teringang dalam telingaku dari sejak semalam hingga detik ini.
aku...adalah aku...aku bisa menangis karena cinta itu pertanda aku mencinta dengan hati...tetapi jika mencinta dengan hati bisa menjadi tidak dihargai seseorang...maka apalah artinya memakai hati...
terbesit dalam angan...bagaimana jika kubekukan hati ini??hingga ku tak perlu lagi terlalu memikirkan perasaan orang lain...atau ku tak perlu lagi terlalu memikirkan bagaimana cintaku harus tertuang...
ku tengok sedikit jalan hidup yang kutempuh...ku akui aku suka menangis...ku akui bahkan hati ini bisa terenyuh untuk seorang musuh yang menyakitiku sekalipun...ku akui..terkadang lelah seperti ini...
bisakah ku menjadi seseorang yang berhati beku agar aku tak perlu lagi membuang banyak air mata...karena ku bosan menjadi orang yang tak dihargai...ku bosan menjadi bayangan
Saturday, January 30, 2010
tutur kata awali hari baru
udah lama gak nulis disini...hhehehe..senangnya hari ini...my birthday...
lets singgg..happy birthday to me..happy birthday to me...happy birthday happy birthday to me (^_^)...
hhh..gak kerasa yah udah 24 tahun bernafas di bumi ini...
semakin banyak masalah yang kudapat..menempa diri menjadi lebih dewasa..(^_^)
kali ini...hmm..sebenernya tidak seperti yang diharapkanlah..semua pada sibuk dengan urusan masing-masing...so..i celebrate it by my self i guess wakakaka...hics...bokap sempet terlena ama facebook hampir ngelupain diriku dan om tante gak ikutan deeeehhh....hics
but gak papa...
bertambah usia berarti harus lebih dewasa menyikapi segala masalah..harus lebih bisa mengontrol emosi...harus lebih bisa menghargai keputusan orang lain dan harus lebih bisa bersikap (^_^) jiayouuuuuuuuu.....
senangnya...Alhamdulillah...Allah masih memberiku kesempatan untuk melihat betapa luasnya dunia ini....
semoga doa-doaku dan jalanku ditahun ini dilancarkan....(amieeennn)
i love you all...i love you...still loving you..dimanapun..kapanpun...mari semangatttttt!!!!
Tuesday, January 12, 2010
Bocah hitam lugu dan rumah barunya
ah..akhirnya aku dirumah juga...baru beberapa jam saja aku meninggalkan kota kembang itu, sudah ada rasa rindu yang menggebu dihati pada apa yang kutinggalkan disana...
-----------
Seorang bocah kecil lugu berkulit hitam masih remaja berpetualang di dalam pulau besar yang penuh rumah, tak kenal lelah, sengatan matahari atau dinginnya air hujan ia lalui dengan senyum, hari demi hari terlewati dengan ribuan warna..terus melenggangkan kaki untuk mencari pelabuhan rumah singgah hatinya.
Pada perjalanan yang ditempuh, ia bertemu banyak rumah singgah penggoda yang melambai seakan memanggil dirinya untuk mampir. Dari rumah yang bergaya imut dengan tatanan sentuhan wanita disana-sini dan banyak pengunjungnya sampai sebuah rumah yang lebih mirip istana yang dapat menyuguhkan semua barang yang ia minta.
Dari perjalanan itu, ketika menjumpai sebuah rumah terkadang ia hanya berdiri di pekarangannya saja untuk menikmati sesaat pemandangan kebun yang ada atau model rumahnya, terkadang ia tak sedikitpun menghentikan langkah hanya untuk menengok cat rumah tersebut...tak jarang juga ia tersandung dan tak sengaja jatuh pada sebuah pekarangan rumah yang memaksa dirinya untuk singgah atau duduk diterasnya meski untuk sesaat...lalu pernah juga ia memasuki sebuah rumah dan disambut baik oleh sang empunya...namun...itu tak bertahan lama...
hingga suatu saat...
Suatu malam ditengah hiruk pikuk keramaian pulau tak sengaja ia menjumpai sebuah rumah...rumah sederhana, pekarangannya seperti lama tak terawat, cat tembok mengelupas dan beberapa gentingnya pecah...pot-pot bunganya seperti sengaja dipecahkan oleh seseorang dan dibiarkan berantakan dilantai terasnya...
bocah ini dari langkahnya yang girang terhenti sesaat melihat pemandangan mengerikan dari sebuah rumah yang belum pernah ia temui. Keraguan melanda pikiriannya saat itu, tetapi entah hati kecilnya menahan kedua kaki untuk beranjak.
ah...tak ada salahnya ku tengok....lagipula rumah ini sebenarnya indah....pikir bocah itu...
ia pun perlahan membuka pagar reot si rumah.. dan melangkah pelan memasuki...
dua langkah berjalan...telapaknya sudah terluka akan kerikil tajam yang bertebaran direrumputan..ia tersontak kaget tapi tak pergi dari situ, ia hanya mengusap sesaat telapaknya yang lecet....lalu membersihkan kerikil-kerikil tajam itu dari rerumputan
tiga langkah berjalan lagi...betisnya tergores ranting-ranting tajam yang juga menumpuk-numpuk di pekarangan itu...ia sedikit meringis tapi tak membuat ia melangkah mundur, ia hanya mengusap sesaat kulit betis yang tesayat...lalu menyingkirkan ranting-ranting tajam itu dari pekarangan
empat langkah berjalan lagi hampir mencapai tangga teras...tangannya terluka menangkis pecahan genting yang terbang tertiup angin dari atap rumah...ia menangis darahnya kali ini tak sedikit tapi tetap tak membuat jera, ia merunduk menguatkan hati dan membalut tangannya...lalu membuang pecahan genting itu dari tangga teras
lima langkah menaiki tangga...."braaaakkk" kakinya terpelosok pada lantai kayu tangga yang rapuh hingga celananya robek...ia berteriak kesal protes pada si rumah yang tak berpemilik "wahai rumah, sesulit inikah ku mencapai dirimu, mengapa seperti tak sedikitpun izin darimu untukku mendekat"...ia bangkit bukan untuk pergi malah mengeluarkan perkakas miliknya dan memperbaiki lantai kayu yang rapuh tadi...rumah itu hanya diam seribu bahasa..
Langkah ke enam..ke tujuh menuntun pada teras...perasaan sedikit kesal bercampur rasa sabar ia menghentikan langkahnya pada keset di depan pintu rumah...disitu ada secakrik kertas yang mengisahkan bagaimana rumah ini dulunya ditinggali lalu dicampakan lalu ditemukan kembali dan dicampakkan kembali...dan terus seperti itu...hingga si rumah menolak siapapun untuk memilikinya.
Sesaat setelah membaca secakrik kertas itu...Buih air mata tanpa sengaja menetes dipipinya...hatinya menangis terdengar pilu..."aku butuh tempat singgah"...dengan emosi dia mencoba membuka pintu rumah...tapi terkunci rapat...ia pun berlari mengitari rumah berharap menemukan celah untuk masuk..namun, yang ia temukan hanyalah tembok-tembok kayu yang menutup rapat sampai jendela yang disegel oleh papan kayu...
Hampir seharian ia mencoba mencari celah untuk masuk, mencoba membongkar segel jendela...tapi tak berhasil...ia pun terjongkok kelelahan di depan pintu rumah...
Tapi...ia tak pergi..ia hanya beristirahat sejenak....
Kemudian...bocah hitam nan lugu itu memutuskan untuk perlahan membersihkan dan memperbaiki semua pekarangan rumah meski ia tak diizinkan masuk ke dalam rumah walau hanya sekedar untuk berteduh dari hujan badai sekalipun..
Hari ke hari, bulan ke bulan, dari musim hujan ke musim panas...sambil sesekali berteriak protes pada si rumah yang sedikitpun tak mengindahkan dirinya...jatuh bangun ia berusaha..pekarangan yang tadinya penuh semak belukar dihiasi kerikil tajam dan ranting berserakan, genting-genting yang pecah, lantai kayu yang rapuh dan pintu pagar yang reot...perlahan menjadi rapih, segar, enak dipandang, tersinari matahari dan dipenuhi tunas-tunas bunga dari pot-pot baru..Tak ada lagi kerikil tajam, ranting pohon, pintu reot, pecahan genting dan lantai kayu yang rapuh...
Si rumah suram tanpak dingin tak mengedipkan mata memandangi bocah hitam lugu ini yang terus berusaha memperbaiki setiap kerusakan pada pekarangan rumah, pelan-pelan ia menarik senyum begitu mendengar si bocah bersenandung sambil mengecat tembok luar rumah kemudian senyum itupun melebar ketika si rumah menikmati tarian riang sambil menyapu ala si bocah lugu...ya..perlahan si rumah pun melihat si bocah menikmati semua...si bocah dengan ketulusan...karenanya...
suatu hari...
pintu pun perlahan membuka kuncinya...dan sedikit demi sedikit rumah memancarkan kehangatan dari dalam...lalu dengan lembut memanggil si bocah hitam lugu untuk masuk....
silahkan masuk..selamat datang ke rumahku...singgahlah disini...aku akan menghangatkan dirimu...
bahagia si bocah hitam lugu mendapat izin untuk singgah...hati kecilnya lalu bertekad untuk tidak melakukan hal bodoh seperti yang pernah dilakukan si pemilik-pemilik rumah sebelumnya..
Selamat datang dirumahku... (^_^)
a good listener...
A Good Listener…
Aku masih ditempat yang sama memanjakan jemariku yang tak lentik ini.
Ku ajak jemari ini menari sambil memejamkan mata…ya…aku memejamkan mataku sekarang…sungguh menyenangkan..rasanya aku bisa berlari di dalam diriku sendiri…hmmm ingin sejenak mencari tahu jenis batu apa yang membuatku dada ini sesak…
Ah ya…aku tau..batu ini…pantas saja suara hatiku makin tersumbat…
Hari ini…ada dua kisah yang kudengar dari dua orang yang berbeda…dan lalu percayakah..aku yang seharusnya mendengar dengan baik malahan membuat masing-masing dari keduanya sedikit marah karena sikapku…hah…payahnya aku..padahal aku mencoba menjadi pendengar yang baik…
Entah saat ini…aku hanya ingin memiliki seorang pendengar yang baik dan bijak..ah begitu banyak bebatuan yang menimpa hati, menyerakan kerongkongan, semakin hari membuat parau suara…aku tak bisa bebas lepas…
Sehari-hari…tak lebih keluh kesah atau unek-unekku ku tanam sendiri dalam pikiran..terkadang aku merasa menjadi seorang gila yang sering berbicara pada otak dan hati sendiri…dan lalu terkadang ketika percakapan itu terjadi tak jarang air mata menemani…
Ya..aku sendiri disini..dengan diriku sendiri…
Aku ingin sekali berada pada titik dimana bukan menjadi seorang pendengar yang baik…aku ingin di dengar…
Aku juga ingin sekali tidak melulu bijak…aku ingin seseorang bersikap bijak padaku…aku ingin seseorang tak menyalahkan aku atas sebuah kesalahan kecil dalam mendengar…seandainya aku menjadi pendengar..aku hanya ingin benar-benar mendengar dengan damai…
awal tahun...
Malam ini dingin.. ah bukan..ini dini hari…
Ya..meski langit gelap tapi aku masih belum terlelap..ini tulisan pertamaku di tahun ini.
Aku dikosan sendiri,,sedikit merasa kesepian…ditemani lagu cinta gilanya ungu dan 10 buku komik yang bertumpuk disampingku..rasanya kangen sekali sudah lama tak memanjakan jemari ini berdansa…
Aku mengawali tahun ini diatas bukit dengan melihat betapa indahnya pemandangan langit kelam kota bandung yang dihiasi ratusan kembang api warna-warni…saat itu, detik pertama awal tahun, diriku hanya bisa berdoa di dalam hati agar aku bisa menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari sebelumnya...aku berharap akan sebuah cinta baru yang memberi sebuah melodi segar dalam warna hidupku…aku ingin hati yang terisi akan kehangatan..aku ingin hidup yang penuh dengan resolusi..