Thursday, January 26, 2012

Pilihan

sore itu..
hari kesekian dia telah pergi untuk memilih tidak denganku dan hari kesekian juga orang ini berada di hadapanku, sungguh tidak lelah dia meminjamkan bahunya hanya untuk menyambut air mataku, tidak gundah meski berkali sebagai pelampiasan amarah dan kekecewaanku...ya aku salut...kau mungkin hadiahku...

tapi..aku masih merindukan dia yang pergi...ah...waktu terlalu kejam..dia pergi di saat hati ini sedang sangat penuh cinta untuknya....

sore itu...
sms masuk di hp ku
"kamu bisa ga jemput aku di jl. sudirman sekarang ?"...ah dia masih mengingatku...dia masih butuh aku.....
aku pun tertegun sejenak...di depanku kini duduk seorang hebat yang terus setia menemaniku..dia dengan senyumnya padaku sambil melahap bakso kesukaanya tanpa menghiraukan apa keputusanku...

diam sejenak dengan senyum penuh arti lalu kubalas sms
"maaf aku tidak bisa"
dan lalu ku lanjut menjalani sore itu dengannya sambil melahap bakso....

Hidup dengan pilihan bukan berarti kita harus memilih...
tapi memang karena kita berkinginan untuk memilih....satu pilihan diputuskan maka sebuah cerita akan berjalan beda...dia yang pergi berkeinginan untuk tidak memilih aku...maka aku pun berkeinginan untuk memilih yang lain...

jika saja sore itu ku balas smsnya "oke aku kesana" dan meninggalkan orang yang telah setia menemaniku saat sakit itu....mungkin akan berbeda cerita.... (^_^) yang pasti..aku tidak menyesal

Friday, January 13, 2012

Penggalan sekian

aduh...mengaduh luka
sakit sekali...
entah sudah beratus liter air mata keluar
perutku seakan mual dengan tumpukan luka
ingin ku muntahkan semua tapi tak sanggup

datang dia...
orang pertama yang memberi rasa
yang lalu merasa bersalah akan luka
berkali mencoba merebut rumah hati
tapi berkali ku tolak mentah-mentah

kali ini dia hanya bisa ikut meratapi pilu
aku menangis keras bukan untuk hatinya
tapi untuk hati lain yang pergi
aku jadi sangat rapuh..

ku tahu dia dengan berat hati
ku tahu dia dengan penuh sesal
menampar kedua pipi dan lalu berkata lugas
"kau yang ku kenal tidak akan selemah ini dalam cinta"
isakanku terhenti sesaat memandang mata dia yang berkaca
pelukan hangat langsung menghampiriku dengan bisikan suara bergetar
"jika kau sangat mencintainya maka rebutkah dia dari orang yang merebutnya dari peluk mu..
berjuanglah untuk cinta kamu..karena ku tahu aku tidak mungkin lagi mendapatkan hatimu.. aku sangat menyesal untuk itu..."
aku hanya terdiam sambil sedikit terisak..
saat itu aku tersadar akan suatu hal yang menganggu logika
lanjutnya berbisik "atau cari cinta lain, aku yakin diluar sana akan ada cinta yang jauh lebih baik dan aku yakin suatu hari dia akan menyesal melepasmu seperti sesalku kemudian...aku marah padanya yang menyakitimu..dia sangat tak pantas untuk mu"

ku lepas pelukannya..ku pandangi matanya yang mulai meneteskan air mata
dan otakpun mulai berbicara dengan seribu pertimbangan
antara cinta, kasih sayang, nafsu dan keikhlasan...

butuh obat

sesak..padahal sudah bertahun...
perih...sepertinya potongan duri masih tertancap...
ku pikir sudah bisa kulupakan...
tapi entah...ini jadi inspirasi menyiksa hati yang jadi salah satu alasan kuat ku dapat berlatih memoles tulisan dengan hati...
yang terus jadi pertanyaan... kenapa harus melihat yang sakit..dan kenapa harus tergoda untuk melihat itu?

malam ini..detik ini
aku butuh obatku...
aku tak ingin hanyut pada sakit luka yang tergores dua kali itu...
sial...
obatku...dimana kamu?
tolong tetap genggam aku..
peluk aku...dan hangatkan aku...

kali ini aku benar-benar percaya dan merasakan teori dari paku yang ditancap ke pohon...
hah....
(syndrom jauh dari obat) :(

Jalak Harupat

"what??..kamu mau ajak aku nonton persib di jalak harupat"???
"ya..emang kenapa..gak papa kan?sekali-kali...emm..nanti kita pergi pake motor aku..biar gak ketauan kalo kamu dari jakarta"
"ehm..emang kenapa kalo pake motorku?"
"bobotoh ada yang fanatik banget...jangan sampe selesai kita nonton, motor kamu kalo gak tiba-tiba dikerjain orang yah ilang...inget...mereka benci banget sama The Jack...jadi agak sensi sama yang berbau jakarta"
"haaaaaahhhh..segitunyaaaaa" #dahi mengernyit mulut mengangaaa...

Jalak harupat..stadion bola yang lebih mirip dengan stadion quidditch dengan beberapa bukit menjulang dibelakangnya lalu dihiasi hamparan sawah dipinggir-pinggirnya...seperti lukisan...indah..kesan pertama begitu menggoda..selanjutnya..yahhhhhh.......#indonesia tanah air beta....berharap orang indonesia bisa lebih menghargai fasilitas yang sudah dibuat dengan susah payah....

lengkap pake atribut baju biru, jaket biru, syal persib (baru beli di jalan) dan gak lupa helm...nonton bola pake helm???emangnya mau tawuran??...
"kenapa kita pake helm nontonnya?"
"udah pake aja biar aman"
"haaahhh....aman????" bukannya malah gak nyaman yah pikirku dalam hati
ya udah lah ikutin aja dia dan duduk manis di salah satu bangku penonton...begitu lihat jam kembali mulut mengangaa..haaahhh..masih 2 jam setengah lagi sampai pertandingan mulai...
"kenapa sih kita datengnya gak nanti aja...kan masih ada dua jam lagi?"
"nanti yah..kalo nunggu pas jamnya kejamin kita gak akan dapet tempat duduk"
"haaahh..emang bakalan seramai itu?"

dan benar saja...gak sampe lima belas menit dari dia ngomong..lalu brwaaaaaaahhh...lautan manusia biru dengan suara yang bergemuruh memenuhi sesak stadion, penonton kebanyakan laki-laki dengan kepulan asap rokok, beberapa perempuan yang mungkin hanya menemani pacarnya nonton dan anak kecil yang kira-kira masih smp ikut heboh mengibarkan bendera bertuliskan "we are the viking fuck jackmania" hueee anak kecil aja sudah sefanatik itu???
selain penonton yang beragam banyak orang-orang yang menuh-menuhin stadion hoby banget bilang "kopi..kopi...cai..cai...punten a....kopi...kopi..cai..cai..." atau "uduk..uduk...bala bala..uduk...bala bala...angett..uduk..uduk..kripiikk..kripiiikkk" mondar-mandir gak karuan berasa luas aja ruang untuk jalan..pengen banget saat itu ngelempar sendal jepit ke bokongnya trus teriak "woyyy...punten mbah mu...sempit kaleee"

and the game begin Persib vs PSPS
dengan pasang tampang cengar-cengir kayak orang yang baru lepas dari Riau no. 11 (sekarang udah pindah ke daerah lembang) berjaga-jaga jikalau laki-laki disebelah ngajak ngomong sunda...dan...memang entah karena ramah atau emang baru lihat dua orang perempuan niat nonton bola sampe ke stadion..laki-laki itu gak berhenti nanya-nanya dan aku gak berhenti nyenggol si dia untuk minta mentranslate....sambil berdoa moga-moga masih bisa pulang dengan selamat meski berpredikat "orang jakarta"....

aku akui..aku bukan pecinta bola tapi euforia stadion ini benar-benar hebat luar biasa, tanpa sadar ikut kegirangan ngeliat si gonzales menggiring bola lalu mengoper ke matsunaga kemudian kembali di giring oleh si radovic untuk menciptakan umpan bola ke gawang lawan....seruuu..hebattt..kereeenn..."ayo gonzalesss...ahhh begoooo awass itu di rebuttt" aku bisa berteriak sekeras-kerasnya ketika bola hampir membobol gawang persib atau loncat kegirangan meneriakan "Goaaaaaallllllllll" ketika bola berhasil membobol gawang lawan kemudian mengalunkan yel yel "kiper bego..kiper bego..kiper bego" atau ikut-ikutan protes ketika ada pelanggaran yang tidak ditindak oleh wasit sambil ber yel-yel "wasit goblog..wasit goblog...wasit goblog"...namun akan tutup mata ketika gawang persib ke bobolan...dan lalu langsung refleks merunduk mengikuti gerak si dia..."what????kenapa nunduk..kan gak ada apa-apa..." belum selesai ngomong lalu syuuuuunnggggggggg beberapa botol aqua berisi air warna kuning curiga air pipis...disusul botol kratingdaeng terbang dari tempat duduk belakang....(-_-)"ini memang gila...akhirnya aku mengerti fungsi pake helm selain untuk berkendara motor

Detik akhir pertandingan....."prrrriiiiiittttt...." peluit wasit bertiup lautan biru bergemuruh "yyyyeaaaahhhhh..." persib menang...dan saatnya tiba untuk berjuang keluar dari parkiran jalak harupat meninggalkan stadion yang mirip stadion quidditch..memang edan..kali ini bukan saja lautan biru..tapi lautan motor tumpah ruah di jalan kecil pintu menuju jalan raya kopo...pemandangan lampu yang menakjubkan....

dijalan pulang...dengan syal persib masih menghias leher...jalan beriringan diatas motor dengan supporter lainnya...disambut banyak warga berdiri di pinggir jalan ada yang melambai tangan ada yang memberi tangan minta "tosssss" hahahaha...ini lucu seru...supporter dengan atribut biru saling beriringan seperti pesta akan keberhasilan tim bola kebanggannya jadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar...yang pasti sesekali aku menyambut tangan warga yang meminta tossss(berasa jadi artis) :p....

sebelum sampai rumahnya aku dan dia mampir ke beberapa tempat..dan mendapati.....
di pom bensin "teh..abis nonton persib...", "iya a"..."hati-hati dijalan yah" ( nada suara ramah)...
di alfaMart "abis nonton persib teh..." .."iya a..." "menang yah".. "iya a 2-1"."hati-hati di jalan yah" (sambil nyengar nyengir)
di parkiran dengan tukang parkir "abis nonton persib teh..." "iya a..." "oo..hati-hati dijalan yah" "ini a duitya".."gak usah teh..."
wowww...semua jadi tiba-tiba ramah baikkk??????? hahahaha...ada untungnya juga yah pakai atribut persib ini...

thanks untuk salah satu pengalaman unik ini di saat beberapa bulan sebelum sidang..hiburan yang menyenangkan, gak perlu jauh-jauh ke bali, ke luar negeri atau pergi pijat ke salon hahaha...ini benar-benar objek luapan emosi yang sangat sempurna, sangat dianjurkan untuk orang yang ingin melepas tekanan stress dan kepenatan dengan teriakan..loncatan..makian...tawa riang....dengan sebebas-bebasnya....
musim bola selanjutnya aku ingin kesini lagi sama kamu \(^0^)/

Wednesday, January 11, 2012

Timbangan gila

Jika kuberi dia 10 maka ku dihadiahi dia 1
dan lalu ku kecewa...bukan jumlah yang utama tapi...
niatan yang tak sama...

Jika kuberi dia 1 dengan utuh dia hanya memberiku 1/4..
dan sisanya tersebar dibelakangku..
tentu aku marah...kembali lagi ini bicara tentang niatnan...lebih baik tidak usah memberiku sehingga aku tak akan memberimu...

Ini lah yang kusesali...hidup manusia itu penuh nafsu..
nafsu untuk memiliki salah satunya...
kenapa ingin memiliki?
mudah saja karena pada dasarnya ingin diakui...
lalu jika sudah diakui?
tidak ada....bisa jadi dilepas...karena ingin mendapat pengakuan dari yang lain

Ini juga yang kusesali...hidup manusia penuh konflik
konflik politik, konflik ekonomi, konflik perasaan...itu sudah umum
konflik terselesaikan maka akan damai...
tapi bagaimana jika tak terselesaikan?
penasaran...masih menyimpan sejuta pertanyaan...
kepikiran terus...kemudian timbul konklusi ciptaan sendiri...
ini buat salah persepsi...buat salah bersikap...dan yang pasti buat lelah...

hanya ada satu cara ampuh mengatasi semua itu...
satu kata.. "apatis"

Caraku mencinta

sulaman cinta kasih sedang terajut
usia dan status bisa saja terpaut
tapi bukan jarak pemisah yang kutakut
hanya menolak hadir cinta lain yang ikut

cinta kau dan aku menyatu
bukan karena kedok yang bermutu
tapi hati yang saling bersekutu
hingga cinta utuh tumbuh disitu

manis cinta jangan lekas ditelan
tapi dinikmati pelan-pelan
cinta yang penuh harapan
tak akan sesal dikemudian

inilah aku dalam mencinta
hanya aku dan kau tak ada dia
karenanya ku akan setia
tak mau membawamu pada derita

jika takdir pada cinta akhirnya memisah
tentu aku akan berkeluh kesah
hatikupun seluruhnya patah
tapi cinta yang pernah ada tak akan kusanggah

jika bicara tentang cobaan berat
maka adalah melepas cinta yang terjerat
daripada mengenggam luka terlalu erat
alasan cinta, ku biarkan bebas dari penat

Kotak Pandora

Pandora..kotak penyimpan kenangan....jika dibuka kau akan merasa sakit..bukan hanya sakit dari kenangan buruk tapi sakit dari kenangan manis.....lucu bukan? Tiap orang kuyakini memiliki pandoranya masing-masing...ada yang memilih untuk tetap membuka kotaknya..ada yang memilih untuk menyimpan dalam lemarinya hingga sewaktu-waktu bisa dibuka...ada yang memilih untuk membuangnya keperapian hingga hanya menjadi serpihan debu dan terlupakan....bagaimana dengan kotak pandoraku...aku punya beberapa...ini adalah salah satu pilihan untuk salah satu pandoraku..


teringat dulu...beberapa tahun lalu

kenangan itu sangat indah, saat itu saking indahnya hingga ukuran sakitnya pun setimpal atau bahkan lebih..kenangan indah ini memang singkat bagiku tapi sakitnya tidaklah mudah untuk dilupakan begitu saja...entah apa karena ada rasa dendam atau rasa lain yang tak terungkap...yang ku tahu pasti semua begitu saja kumasukan ke dalam pandora...tanpa perduli terselesaikan atau tidak..

ah iya...dulu...

masih jelas diingatanku...aku berjalan tergopoh-gopoh ditengah sengatan terik si raja api, panasnya aspal membakar telapak kaki yang tak beralas, sambil membawa si pandora... sebentar ke utara sebentar ke barat...lalu berputar ke timur berhenti sebentar kemudian ke selatan...mencoba bertahan kuat sambil membusungkan dada tapi sesaat kemudian tertatih...ingin kubuka apa yang sudah terbungkus rapih tapi...pikirku itu bukan keputusan tepat...hingga akhirnya kurelakan pandora yang satu ini..aku ingin menguburnya saja...tak kuat rasanya jika hanya menyimpannya dalam lemari

Kembali berjalan tergopoh-gopoh hingga langkah ini terhenti pada sebidang tanah kering...tak ada tempat lagi dan tak ada waktu lagi...aku akan membuat lubang, tapi aku tak punya sekop..aku hanya punya dua tangan dengan sepuluh jari untuk menggali...aku coba menggali....

sekali menyendok tanah sebuah goresan membuat perih..kedua kali...tiga kali...empat kali...semakin cepat ku menyendok tanah..semakin cepat goresan luka tercipta hingga tak sadar seluruh kuku jari pecah dan darahpun menetes pelan dari tiap goresan lalu membasahi inchi demi inchi kulit tanganku..perih dan hanya perih hinga pecah begitu saja seluruh emosi, amarah,teriakan, tangisan lalu sekejap pipiku pun basah oleh air mata.. nafas tersenggal, butiran keringat membasahi sekujur tubuh..tapi tetap menggali, sesekali berhenti bukan untuk istirahat atau mengaduh akan perih yang kurasa namun, untuk memukul-mukul dada seperti mencoba membangun sebuah tembok baja untuk hati....ah dadaku sesak..isi kotak ini terlalu sakit untuk dadaku...semakin kuingat isinya maka semakin perih luka dihati dan semakin ingin menikmati kucuran darah yang keluar dari kedua tangan...harus semakin cepat ku kubur...

..aku ada di titik kegilaan penuh emosi dan saat bersamaan berada di titik aku melawan semua itu...

Berhari-hari menggali hingga aku sampai pada dasar lubang dengan kedalaman puluhan meter dari permukaan tanah...lubang yang kubuat terlalu besar untuk mengubur si pandora, bahkan besarnya bisa mengubur diriku..aku tak pernah berpikir untuk bisa keluar dalam lubang..dan aku juga tak menampik pikiran jikalau aku bisa saja terkubur di dalam lubang bersama si pandora...rasanya ingin tetap menggali...entah aku seperti menikmati luka pada tanganku, alasannya mudah saja...karena luka itu bisa menutupi rasa luka lainnya yang lebih sakit...sayang saja badanku terlalu lemas untuk itu...seluruh energi sudah terkuras habis...air mata mengering meninggalkan jejak pada wajah yang penuh darah bercampur tanah....

Ini detik perpisahaan denganmu pandoraku...
ku letakan si pandora pada dasar lubang kuhias tutupnya dengan sekuntum mawar putih yang sedari awal ku kugigit hingga durinya membuat beberapa goresan di gusi....sambil berbisik pada isi pandora ...

"aku tau...aku hanya setitik debu tak pernah berarti dalam perjalananmu..waktupun tak berpihak padaku...aku tak minta kau lihat atau kau beri arti...apapun itu karena ku tak ingin memaksa kehendakmu..ku yakin kau pasti tau alasanku meletakanmu pada pandora ...tapi ketahuilah kau menjadi kenangan buatku..apa yang sudah terjadi maka hanya akan ku kenang namun, maaf mungkin akan ada kenangan yang ingin ku lupa secara permanen ataupun sementara bahkan mungkin ada kenangan yang ingin kumanipulasi...terima kasih, aku belajar banyak dari sakit yang kau berikan..aku harap pengorbananku menggali lubang ini tidak sia-sia..dan jika tuhan dengan takdirnya kembali mempertemukan maka jadikan semua tanpa sakit, semoga kamu bahagia”

Selesai berbisik...ku berdiri menatap langit biru yang jauh diatasku...saat itu seperti ada pada persimpangan jalan dengan dua pilihan...tetap di dalam lubang menanti isi pandora dengan harapan hampa atau mendaki untuk menghirup udara baru lalu mengobati seluruh luka di tanganku...sebelum aku benar-benar mati kehabisan darah.

Ah..kucoba mendaki saja...

Dengan kelelahan, sekali memijak dinding tanah si kotak pandora berteriak..aku tak mengerti apa arti teriakan itu..yang kutahu godaan sangat besar menyerangku untuk kembali menarik seluruh ucapan tadi dan bermain lagi dengan isinya...aku berusaha sekuat tenaga tidak menggubrisnya ..sambil pelan ku daki tembok tanah, setiap tergelincir jatuh ke dasar lubang maka ku kembali bangkit mendaki...begitu seterusnya selama berhari-hari...hingga aku tak sanggup lagi...dan memutuskan untuk duduk terdiam di dasar lubang sambil memandang si pandora...”aku ingin keluar dari sini Tuhan...tolong aku..dengar doaku...hilangkan rasa ingin memiliki isi pandora itu” begitu doaku dihari-hari selanjutnya...berbekal makan cacing tanah dan meminum air hujan...aku terus bertahan untuk tidak tergoda pada pandora...logikaku terus mengultimatum otak “jika dibuka kau terluka dan pengorbanan kau bisa sia-sia”

Hari berikutnya...seutas tambang menyentuh kepalaku yang masih terkantuk di dinding lubang, terdengar dari atas sana “Hei yang dibawah sana...raihlah tambangku ini..aku akan membantumu naik..jangan ragu, aku tak akan menyakitimu”...pelan sambil ragu..apa bisa kuberi kepercayaan?...berpikir sejenak lalu meraihnya...nothing to lose..pikiran sederhana saat itu yang timbul...pelan-pelan ku daki lubang dengan bantuan tambangnya...

sesampai diatas lubang..

dia tersontak kaget melihat diriku berantakan kusut lesu penuh luka, dia tak sedikitpun berkata, hanya saja mulai mengusap wajah kotorku dengan handuk bersih miliknya. Aku hanya tersenyum memberi tanda terima kasih dan lalu mulai berdiri kembali menyendok tanah dari tumpukan bekas galian dengan kedua tanganku...aku tak berharap dia membantuku...tapi..dia mengikuti gerak ku...dia juga membantuku mengubur lubang dengan menyendok tanah yang sama menggunakan kedua tangannya. Sesekali kutengok dia meringis sakit tergores kerikil tajam yang bersembunyi pada tumpukan tanah atau bergidik ngeri karena menemukan cacing pada tanah yang digenggamnya....ku pandangi tingkahnya...dari pandangan penuh curiga, penuh amarah hingga cerita barupun dimulai dengannya...sampai mengukir senyum dan tawa...

ya..pandoraku bertahun lalu...aku menguburnya dengan sakit..sebagai awal dari cerita baruku...


saat ini...pada cerita baru...
ku akui..terkadang aku mengunjungi kuburan kotak pandora itu..bahkan tak jarang berdiri disana sambil mengenang...atau bahkan menyesali yang sudah terjadi...kadang masih ada suara yang terdengar dari dalam sana..ku hanya bisa menyikapi dengan senyum..ku tahu senyumku penuh pertanyaan dan penuh usaha untuk menutupi sekelumit rasa yang kadang terbesit....
..ku sudah melanjutkan jalan yang berbeda sambil berharap takdir tidak bermain kasar ...terkuburlah tenang kotak pandora....temui aku tanpa sakit jika memang roda hidup berkata demikian...