Friday, November 9, 2012

The journal-1

Dua minggu lalu, ya tepat pada hari yang sama... awal mula kekacauan pada otakku terjadi.
sungguh aku tak tahu babak sinetron apa lagi yang Tuhan sediakan untukku.. kenyataan yang jujur membuatku terpaku dengan sekujur tubuh mendadak dingin...tidak Tuhan...apa lagi...
saat ini...waktu ini..masa ini...aku masih terus berusaha merayap mengais mencari setiap emas yang terkubur sambil membawa seluruh tanggung jawab...lalu..haruskah benda sialan itu menghancurkan semua?...kumohon Tuhan..tidakkah lebih baik kau Tunda beberapa puluh tahun lagi untuk memberikannya padaku...

Tuhan...aku hanya bisa menangis...bersujud membanjirkan seluruh air mata diatas sajadah...kutumpahkan semua makian kesal atas cerita yang kau susun untuk ku...doa-doaku menjadi suara parau..entah terdengar atau hanya menjadi bunyi-bunyi yang menggangguMu...

Tuhan...saat ini...waktu ini...masa ini....dengan kubuang semua egoku dan lalu bersimpuh padamu sebagai manusia hina...aku yakin..Engkau jauh lebih besar dari apa-apa cerita yang kau sutradarai untukku ...karenanya...aku akan memainkan lakon sesuai peran yang kau beri..dengan Jiwa dan raga pinjamanMu...dengan hati yang terus menjerit menangis menyebutMu...tapi kumohon Tuhan...
Setidaknya beri aku kekuatan untuk bisa menggariskan senyum simpul di wajahku agar tidak ada siapa-siapa yang harus ikut larut...

Wednesday, September 12, 2012

Dear Tuhan

Dear Tuhan,

Tuhan...udara, siluet pegunungan, panasnya matahari, warna-warni bunga, semua dapat kurasa karena Mu..
aku tahu Tuhan, itu sebuah nikmat hakiki dan aku tahu Tuhan tak semua ciptaanmu memiliki semua indra yang sempurna....aku sangat berterima kasih untuk itu...

Tuhan..aku telah menandatanganni kontrakku..hidup, mati, jodoh, kaya, miskin semua tertuang detil terjabar disetiap sub pasalnya..Tuhan.. dan lalu jika saja aku tak dapat memenuhi kontrak itu apa yang akan terjadi ?

Tuhan...mataku pada dunia ini melihat beragam manusia dan peristiwa, banyak dari mereka membanting tulang tapi tetap meringis, banyak juga dari mereka hanya dengan jentikan jari membisu pada yang Kau larang kemudian mendapat nikmat dunia berlimpah..Tuhan..apa rahasiamu untuk mereka?apa kau akan merubah isi kontrak pada salah satunya?

Tuhan...banyak yang berkata padaku bahwa "Tuhan tidak akan memberi cobaan pada hambanya yang tidak bisa diatasi oleh hambanya" lalu..mengapa banyak manusia hilang akal atas apa yang tertulis pada kontrak? apakah mereka-mereka itu mendapat kontrak yang lalai ?

Tuhan...sungguh aku tidak meragukan keMaha-an mu...sungguh aku juga tak ingin menjadi manusia atheis yang menutup mata akan keberadaan-Mu...Sungguh aku tak ingin meminta selain kepadaMu..tapi..saat ini sungguh jalan pelaksanaan kontrak ini begitu berat untukku..hingga saat itu aku pun tergoda untuk menjual jiwa ini...

Maafkan aku Tuhan....ku mohon kuatkan hatiku..atas apa-apa yang kemudian tertulis di kontrakku



Kind Regards,
salah satu mahluk Mu

Thursday, May 24, 2012

Memoriku pada ketiga kisah

Memoriku pada ketiga kisah

Dari duka jadi senang dan kembali duka
manusia ketika mencinta jadilah buta
tak lihat menyakiti tak lihat dicinta
ah...tak bisa ku cinta dengan tak sungguh cinta

terima kasih pada yang..datang
lalu pergi...
dan yang kembali datang...
terus seperti itu...
meski hanya rumah singgah...
kusajikan kehangatan dengan tulus

Memory....kisah ketiga


“satnight”
24/05/10
05:43 PM


Ku berjalan mengitari waktu
Ku melangkah menuju kasihmu
Tiada lagi yang ku sebut selalin namamu

Kau belajan jiwaku selama ini
Kau mahkota hatiku relung kalbuku
Kau penerang keindahan jalan hidupku
Hanya kau segalanya bagiku..

Jiwa dan raga ini tiada arti tanpa mu
Mata batin ini hanya tertuju padamu
Tiada lagi selain dirimu
Mengertilah engkau bahwa ku sangat menginginkanmu

Kau yang pertama merasuki kedalam lubuk hatiku
Kau yang pertama menggenggam erat kencang tanganku ini
Dan kau yang pertama memberi secercah cahaya cinta yang nyata
Dan kau adalah malaikat cintaku yang paling sempurna

Dengarkanlah aku, aku sungguh sangat mencintai dirimu
Dan ku sangat-sangat menginginkan mu
Dan bersungguh-sungguh ingin memiliki mu seutuhnya
Untuk selamanya…..

I LOVE U

U’r love

U’r M-
mwaacchh

Memory....pada kisah dua



Jatinangor, Januari ‘09
“story bout u”

Saat aku pertama kalinya memasuki rumah hatimu, kira-kira 9 bulan lalu, decakku tak pernah henti. Rumah hatimu sangat berantakan, serpihan-serpihan tercecer di berbagai sudut bagai kepingan puzzle tanpa bentuk. Kulihat beberapa serpihannya pun bahkan tak utuh, sungguh rumah hati yang terburuk yang pernah kulihat. Aku dekati sang empunya hati…kamu…
Perlahan bahkan sangat pelan aku dekati kamu, aku mencoba sabar dengan tak dianggapnya kehadiranku, aku hanya selalu bisa menyaksikan buliran air matamu turun, matamu slalu sembab, tangismu pun makin terisak, aku bahkan tak pernah peduli dengan aptisnya kamu, dengan sikap sangat hati-hati aku mencoba berjongkok untuk memunguti puzzle-puzzle mungil hatimu, susah payah aku mengumpulkannya, bahkan aku coba membuat utuh satu kepingan puzzle yang sudah retak. Dalam hati & pikiranku, aku mengutuk orang yang telah membuatmu seperti ini, yang telah membuat rumah hatimu tak utuh, yang telah membuat kamu tak mencintai bahkan tak menghargai diri kamu sendiri.
Aku habiskan banyak waktu untuk berkunjung ke rumah hatimu, tak kupedulikan seruan rumah hati lain, aku hanya tertarik dengan rumah hatimu, bahkan aku sangat terbiasa dengan tak pernah dianggapnya kehadiranku oleh kamu. Tekadku Cuma satu, membuat rumah hati kamu kembali utuh, meski aku yakin usahaku tak akan pernah sempurna. Waktu yang kujalani dirumah hatimu tak terasa, kaupun mulau menganggap nyata kehadiranku. Mulai tersenyum padaku, mulai mau berbicara denganku, meskipun tak jarang kau kembali menangis & terpuruk kembali. Tak tahukah kamu? Setiap kali kamu menangis potongan puzzle yang kukumpukan dengan susah payah dengan seluruh waktu yang aku punya juga pikiran yang seluruhnya kukerahkan itu menjadi sia-sia, puzzle-puzzle itu kembali berserakan, seolah air matamu menyampaikan isyarat bahwa usahaku tak akan pernah berhasil. Aku mencoba sabar dengan keadaana ini, walau jarang aku pulang dari rumah hatimu dengan menangis, waktu yang kuhabiskan untukmu ternyata tak ada artinya.
Tetapi entah mengapa setiap aku melangkahkan kaki keluar dari rumah hatimu seolah ada sesuatu yang menariknya kembali, entah kekuatan magnet seperti apa yang kamu miliki.
Kuhitung waktu, bulan kesekian aku telah berhasil mengumpulkan semua kepingan hatimu, kamupun menatapku tersenyum, kamu beranjak dari kesedihanmu, menghampiriku sekedar berucap terima kasih. Aku pun memberanikan diri untuk mengecup lembut pipi kananmu, penuh ketulusan dan rasa sayang aku melakukannya. Bulan berikutnya tampak rumah hatimu mulai rapi, tidak hanya aku yang benahi tapi kamupun ikut membenahinya, letupan emosi gembira terpancar di mata dan senyumku. Rumah hatimu telah rapi, kini kaupun menatapnya senang tak jarang kau menggenggamku, bahkan mengecupku, aku pun begitu, selalu kurentangkan tangan hanya untuk memelukmu, jujur…dengan tulus aku sayang kamu. Rumah hatimu sekarang seperti rumah hati pada umumnya, meski masih terlihat retakan retakan dibeberapa kepingannya. Tapi aku janji, akan membuat hatimu utuh kembali.
Dari awal aku hanya ingin merapihkanmu, tapi kamu malah menyediakan salah satu ruangannya untuk aku singgah, bahkan untuk aku tinggal di dalamnya. Makasih untuk waktu yang telah tercipta
Makasih telah menganggapku ada
Aku sayang kamu….


                                                                                                Dedicated 4 u
                                                                                                With love
                                                                                                -**-

Memory...pada kisah satu


Letter 1 memories

Berawal:

Beri aku cinta
Cinta…
Karena dengan cinta kita dapat merasakan
Apapun…sekalipun cinta
Dapat membuat rasa yang
Amat menyakitkan…
Hopefuly u have a great
Love


Berakhir:


Hhhhhhhhhhhhhhh
Selesai sudah perjalanan yang tak terlupakan
Bukan cerita, tapi perjalanan
Perjalaan panjang yang berat tapi menyisipkan banyak
Keceriaan dan kebahagiaan
Dan sekarang harus bisa terhenti di sini
Angka 2 yang begitu banyak
Makna dari banyak angka dan singkatan
Aku harus bisa mulai melepaskan itu
Terlalu banyak yang harus aku ikhlaskan
Terlalu banyak yang harus aku lepaskan
Dan harus punya hati sekuat apa lagi untuk bisa
Mulai melepaskan itu semua???
Tapi kamu liat air mata itu aku pendam

Aku gak tahu perjalanan kita akan seperti ini
Tapi terima kasih buat kamu yang sangat besar karena sudah masuk
Dalam hidup aku,,dan kamu merubah segalanya
Menjadi lebih indah dan pernuh warna banget

Tuhan terima kasih tak terhingga untuk telah menguatkan
Aku dan dia di dua tahun kami
Walaupun dia hanya meminta dua tahun saja
Tapi aku cukup kan saja sampai disana

Dan tak henti atas maaf ku dan kesalahanku
Maaf telah begitu banyak menyakiti hati kamu
Melukai kamu
Merusak kamu
Dan akhirnya banyak sekali yang buruk dari aku
Yang harus kamu telan mentah-mentah

Hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Indahnya perjalanan 2 tahun yang gak akan terlupakan
Ga akan terungkap dan tidak akan tergantikan

Kamu tau apa yang paling aku rindukan??
Bukan pelukan kamu, atau bukan kecupan kamu
Tapi tatapan mata kamu ketika melihat aku
Ya, mata yang sangat tajam, karena mata itu yang telah
Membuat aku jatuh cinta kepadamu
Mata itu yang selalu memberi aku kekuatan
Mata itu yang melemahkan hati aku
Lalu harus apa lagi ???

Untuk semuanya
Dan sebut saja ini
Unforgettable adventure

Yourz truly
Kojek

Saturday, April 21, 2012

ketipu...

Beberapa hari lalu di daerah kantor imigrasi....
perut keroncongan, otak penuh kejaran deadline dari beberapa kerjaan yang belum selesai, dari pagi sampai siang dengan hasil....nomor antrian habis dan harus datang lagi ke esokan hari...what the.....
prosedur menyebalkan...

dengan kesal aku melangkah keluar dari kantor imigrasi dodol yang minggu depan tetap harus ku kunjungi lagi,..ditambah bbm sudah ping!!pong!!ping!!pong!! dan telepon dari nomor yang dari tadi pagi juga gak jelas mau nya apa...solusi kegilaan saat itu yang aku pikir hanya..."isi bensin"makannn...

kebetulan dekat dari kantor imigrasi ada warung nasi timbel, ah...semoga sambelnya pedas yah..aku duduk rapih dan memesan....tidak lama aku duduk, ada seorang nenek tua duduk dihadapanku...ya sangat tua, pakaian rapih, berjilbab dan menenteng sekantong kresek...dia tersenyum, dan aku pun tersenyum, kemudian dengan nafas ngos-ngosan....

"haduh,,nenek capek..."
"kenapa nek?"
"nenek jalan dari caheum"
what..caheum jauh banget kesini, pikirku saat itu.
"wuihh jauh banget nek.."
"iya..tadi naik angkot, bannya kempes, diturunin di tengah jalan, duitnya gak dikembaliin, ini sekarang cuma ada duit segini..nenek mau minum teh manis saja"sambil menunjukan sekeping lima ratus rupiah
"oooo..gitu ya, nenek mau ke mana?"
"mau ke UPI neng, ponakan nenek nungguin disana", apa aku antar dia saja ya sehabis makan pikirku lagi tanpa menghiraukan ganjalan dihati...
"nek, udah makan belum, makan aja, aku yang bayarin"
"oh engga neng, gak usah, nenek minum teh manis aja, tadi udah makan bubur, perut nenek gak kuat makan nasi"lalu dia meneguk teh manisnya
"ooo, begitu ya" sambil merogoh kantong mengeluarkan selembar uang yang lalu kulipat di tangan...
"hmmm nek...ini untuk nenek"
sontak si nenek langsung menyambut tanganku dengan sangat cepat.
"oo..iya neng, makasih"
sambil menghabiskan teh dan memanggil si ibu penjual untuk membayar teh..
"ah bu..sudah gak usah, tehnya sama saya aja"
"oh iya neng, makasih yah"dia lalu pergi sambil tersenyum dan menyisakan setengah gelas teh...

tidak lama...si ibu penjual nasi timbelpun berkata padaku

"ah neng...dia itu emang setiap hari suka ke sini untuk minta duit aja"
"hah??maksudnya"
"iya, dulu saya juga kasihan sama dia, segala nasi, buah, minum juga dikasihin ke dia, tapi ternyata dia dateng tiap hari, ceritanya juga sama dibilangnya diturunin sama angkot"
"jadi nipu dong dia"
"iya, dia maunya dikasih duit aja, kadang tiap hari datang, kadang sehari datang, sehari engga"
"wah bu, kasihan yah dia, dia cari uang nipu orang"...dalam hati...sial ketipu...

masih terlihat dipandanganku, si nenek tadi jalan tertatih menghampiri seorang ibu berjilbab yang berdiri di pinggir jalan...ku perhatikan si ibu tadi mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan diberikan ke nenek kemudian si ibu menepuk punggung si nenek, seperti ungkapan rasa kasihan.

"tuh lihat dia disana minta duit lagi sama orang" si ibu penjual nasi sambil menunjuk si nenek tadi...
aku hanya bisa menjawab "iya bu, kasihan yah dia" lalu meneruskan melahap si nasi timbel dengan sambal pedasnya...

hhhh...ada-ada saja jaman sekarang ini..orang tidak segan melakukan "proyek kasihan" untuk uang..pantas saja, hati aku rasa janggal saat bercakap sama si nenek tadi...
bagaimana tidak, dia bicara dengan bahasa indonesia...bukan dengan bahasa sunda, lalu orang sekitarku alias calo imigrasi yang sama-sama juga makan dan duduk di meja yang sama, sama sekali tidak menuturkan sepatah katapun untuk menunjukan rasa simpati

ahhh...proyek kasihan pake nipu..kena deh :p

Thursday, April 5, 2012

Indonesia Tanah Air Beta

Indonesia tanah air beta…

Aku..satu dari sekian banyak orang yang benar cinta Indonesia

meski ku tidur beralas tanah, berlangit bintang

meski ku mengais butir nasi dalam lumpur

meski ku buang waktu meringis selama 12 tahun

tapi tetap ku berdiri di belakang garis kuning tempat merah putih ku…


Aku…satu juga dari yang benar cinta Indonesia

meski lambaian ringgit menggoda

meski emas negri sebrang dapat melepas dahaga

meski rumahku tak berganti dari dinding kayu…

tapi tetap..aku bangga menyematkan sebuah bendera merah putih kecil pada pintu rumah


Aku..dan kami…tak kalah benar cinta Indonesia

meski harus mengarungi sungai dan berjalan kaki berjam-jam

meski harus duduk pada kursi reyot dalam bangunan yang hampir runtuh

meski ku mengenakan baju bau, lusuh yang tak berkancing

tapi tetap…tiap senin aku dan kami menghormat pada sang saka merah putih


Indonesia tanah air beta…pusaka abadi nan jaya…


Saya…saya mengaku cinta Indonesia

Cukup saja kumis tebal ini memberi senyum

Merekapun langsung bersorak pada senyumku

Cukup saja kupakai satu dari sekian waktu yang ada

Merekapun tak berkutik akan baju kharismaku

cukup saja, asalkan…satu dari indonesia bisa saya dapatkan


Saya…saya juga mengaku sangat cinta Indonesia

Cukup saja lidah bertutur pada pidato

Merekapun tertunduk layak boneka

Cukup saja ku sebar beras dan gula di depan kamera

Merekapun ikut bertepuk tangan bangga

cukup saja, asalkan…untuk Indonesia saya..dia berhasil saya singkirkan


Saya…dan kami..juga mengaku tak kalah cinta Indonesia

Cukup saja berlakon srimulat sesuai skrip

Merekapun dapat juga di gerakan untuk berlakon

Cukup saja berlidah kebas untuk menjilat waktu

Merekapun tak tahu balik modal adalah harga mati

cukup saja, asalkan…saya dan kami aman terlindung di kursi


Ini sedikit gambaran antara aku dan saya,

pemisah antara "benar" dan "mengaku"

disaat keduanya berada pada satu atap yang sama


Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya….Indonesia sejak dulu kala tetap di puja-puja bangsa……

Tuesday, April 3, 2012

untuk dan karena

Senja berganti malam, malam berganti pagi.

Hidup selalu menuntun untuk kita membuat pilihan, karenanya..

Ada ribuan orang diluar sana yang marah karena uang, namun ada juga yang menjadikan marah untuk uang.

Ada ratusan anak kecil di jalanan memelas untuk receh, namun ada juga karena receh dia memelas.

Ada puluhan orang menebar senyum janji untuk status, namun ada juga karena status ia menebar senyum janji.

Ada beberapa orang yang rela menghabisi diri untuk cinta, namun ada juga yang karena cinta dia terjun dari pasupati

hidup bak melakoni sebuah peran yang diambil dari pilihan..yang sewaktu-waktu…ketika waktu berganti peranpun bisa berganti……

Wednesday, March 28, 2012

use somebody

I've been roaming around,
I was looking down at all I see
painted faces,
fill the places I can't reach

You know that I could use somebody...
you know that I could use somebody...

Someone like you
and all you know
and how you speak
countless lovers
undercover of the streets

You know that I could use somebody...
you know that I could use somebody...

Someone like you

(Oh, oh, oh, oh, oh, oh
Oh, oh, oh, oh, oh, oh [wha-ah-ah]
Oh, oh, oh, oh, oh, oh [wha-ah-ah]
Oh, oh, oh, oh, oh, oh)

Off in the night,
while you live it up,
I'm off to sleep
waging wars to shape
the poet and the beat

I hope it's going to make you notice...
I hope it's going to make you notice...

Someone like me...
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) Someone like me...
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) someone like me... somebody...
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) [wha-ah-ah]
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh)

(I'm ready now, I'm ready now
I'm ready now, I'm ready now
I'm ready now, I'm ready now
I'm ready now)

. . . . . .
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) Someone like you... somebody
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) Someone like you... somebody
(Oh, oh, oh, oh, oh, oh) Someone like you... somebody

--------------------------------------------------------------------------
dua kata: gw banget

Saturday, February 25, 2012

Ya, saya mengaku salah

Ya, saya mengaku salah

Peristiwa ini berawal beberapa hari lalu, ketika seorang teman kosan baru meminjam charger blackberry ku…

Pagi itu, sebutlah di mba X, dia meminjam charger aku dengan alasan charger dia masih ada di temannya. Aku pun tanpa berat hati meminjamkannya. Dan siang hari si mba X pun pergi kerja sempat berpamitan pada diriku.

Aku dengan aktifitasku hari itu, duduk seharian di depan laptop, internetan dan jualan online by BB. Tidak ada yang lain, hanya itu.

Sampai malam hari tiba, temanku pulang. Aku tanpa sadar berkata padanya tadi pagi charger BBku ada di mba X, dia pun sontak memintaku untuk meminta lagi charger itu ke mba X.

Memang dipikiran kami image seorang mba X itu sudah terlanjur jelek, dia jorok, suka merokok di kamar mandi kosan dan buang sampah sembarangan, suka mabuk, suka pulang pagi hari dengan dandanan super sexy, dan hari sebelumnya penjaga kosan kami memergoki suara desahan bercinta dari dalam kamarnya, ya saat pacarnya sedang menginap.

Ketika aku meminta balik charger itu….

Aku: mba, chargernya sudah belum?

Mba X: loh, tadi siang kan sudah aku balikin

Aku: pas kapan yah mba? Saya belum terima

Mba X: pas aku mau berangkat kerja, coba deh teteh inget-inget

Dan selanjutnya terjadi sedikit perdebatan yang melibatkan argumen aku yang merasa tidak menerima charger itu dan argumen si mba X yang merasa telah memberikan charger itu.

Teman sekamarku marah, dia percaya padaku bahwa aku tidak pernah menerima charger itu, di dalam pikirannya si mba X lah penjahatnya. Sampai-sampai saking emosinya dari dalam kamar dia berteriak dan menendang bola sepaknya mengenai beberapa barang lalu memukul papan pintu dengan sangat keras….sampai-sampai penjaga kosan naik menghampiri kami dengan mengintip dari tangga

Aku coba menenangkan temanku dan mencoba memberi pengertian pada mba X yang merasa terganggu dan tak enak mendengar keributan yang dibuat temanku ini.

Beberapa menit kemudian, aku terduduk dan melihat si charger yang dari tadi menjadi titik masalah terselip diantara tumpukan charger lainnya…aku kaget, aku shock…temanku juga…dia, detik itu juga langsung menyalahkan aku…sungguh aku tidak ingat ketika dia mengembalikan charger itu…sungguh

Ya, aku akui aku salah, aku malu telah menuduh seseorang

Aku mencoba meminta maaf sama si mba X melalui adiknya yang juga kos di kamar sebelah. Namun sayang, sampai sekarang aku belum bertemu si Mba X, aku ingin bertemu langsung dan meminta maaf.

Saat ini yang aku rasa adalah perasaan bersalah yang besar…dan diperparah oleh sikap temanku yang terus menyudutkan aku, seolah aku penjahat besar yang telah membunuh berpuluh ribu orang.

Aku hanya berpikir…seandainya temanku saat itu bisa mengendalikan emosinya, setidaknya rasa tidak enak itu tak sebesar ini….

Tapi…dalam kondisi ini sekarang aku disudutkan olehnya….

Teman: kamu cerita ke orang-orang tentang masalah ini?

Aku: engga Cuma ke fadli (teman kos) aja di awal yang charger ilang

Teman: oooo, kirain cerita ke orang-orang, kan kamu bbman tuh…

Aku: engga, aku bbman jualan

Teman: oiya lupa, kamu gak akan cerita soalnya masalah ini kan kamu yang salah (dengan nada yang buatku agak meremehkan)

aku sedikit kecewa teman dengan sikapmu....padahal saat ini kau orang terdekatku

Hhhhh…

Aku mengakui kesalahanku dan aku akan meminta maaf….

Buatku, tidak ada salahnya kan seseorang berbuat salah

Aku bisa belajar dari kesalahan yang kuperbuat

Aku mohon jangan menyudutkan aku seolah aku lebih busuk dari pembunuh itu membuatku merasa mulai tidak nyaman denganmu

Wednesday, February 15, 2012

Bayangan dalam mimpi

pepatah pada diri
merujuk pada ingin
impian yang hanya mimpi
kadang tertiup angin

berkali ingin mendaki
beribu kalah akan dingin
meski memakan buah berduri
tetap saja pikiran bak beringin

sudah terlepas dari jeruji
tetap terhalang tembok berlin
kembali impian hanya mimpi
menjadi bayangan cahaya lilin

Sunday, February 12, 2012

Pemandangan hebat

Pemandangan ini mungkin sangat jarang dilihat orang
atau bahkan sangat jarang terjadi
ini bukan tentang pemandangan alam
ini juga bukan tentang peristiwa sejarah kebangsaan
atau sebuah peristiwa kecelakaan

Pemandangan ini aku lihat dengan senyum dari hati paling dalam

saat wisuda aku bisa berfoto dengan dua pasang orang tua ku bersamaan, aku mensyukurinya meski karena hambatan cuaca bukan ketiga pasang orang tuaku bersamaan.

saat ibu kandungku menikah, ibu tiriku menghadiri pernikahannya dengan senyum memberi selamat.

saat adik tiriku lahir, ibu kandungku menjenguk bahkan saat itu dia membantu menggendong adik tiriku untuk diberikan pada ibu tiriku yang ingin menyusuinya, dengan bapak kandungku berdiri di sisinya.

semua terjadi dengan senyum, ini keharmonisan hebat dari keluarga hebat yang pernah pecah, setidaknya salah satu lem perekatnya adalah diriku yang pernah nekat beberapa tahun lalu, ya lem perekat yang cukup mahal namun berbuah manis.

tapi yang pasti aku sadari lem perekat yang paling berjasa adalah masing-masing dari mereka yang telah membuang gengsi dan ego demi sebuah senyum dan ketenangan hati

Lingkaran

Hidup...percaya atau tidak memang ini yang aku alami
hidup kita serupa lingkaran yang terus berputar bergantian

beberapa hari lalu aku direpotkan oleh pesanan barang yang harus di kirim via JNE
sore-sore sudah hampir 1.5 jam menunggu antrian...bayangkan saja nomor urutku 332 sedangkan saat itu antrian baru mencapai 302..harus melewati 20 orang yang tiap orangnya tidak mengirim satu paket saja...ada yang sampai sekarung berisi puluhan paket -_-"....beberapa orang setelahku yang mengambil nomor antrianpun harus menghela nafas panjang mengelus dada ketika mencocokan nomor antrian yang di dapat dan nomor yang tertera di papan antrian
sabar menunggu antrianpun sampai di 330...wah sedikit lagi... aku pun mulai mempersiapkan dompet...dan...#tepok jidad sambil istigfar....aku belum ambil uang -_-".....
ah aku harus ke atm dulu...dengan lemas aku mengambil nomor antrian baru dan dapatlah nomor 351..hiks...harus menunggu lama lagi...sudahlah pasrah saja pikirku saat itu sambil memandangi nomor antrian 332 ku...

secakrik kertas ini bisa membuat seseorang menghemat waktunya...tidak ada salahnya untuk memberikan kertas ini pada seorang bapak tua yang hanya ingin mengirim 1 buah paket dengan nomor antrian 348...
"pak ini nomornya untuk bapak aja..saya ada perlu dulu, sayang pak di pake aja" dengan mata berbinarpun si bapak menerima kertas nomor antrian sambil berterimakasih serasa mendapatkan sejumlah uang..lalu aku pun bergegas langsung ke ATM yang tidak jauh dari situ..

sekembalinya dari mengambil uang aku kembali duduk dikursi tunggu antrian, aku lihat si bapak tadi dengan senyum selesai mengirimkan paketnya dan bangkit untuk pulang.

lalu sejenak aku tertegun...

si bapak tadi mengeluarkan kertas antrian pertama dia dari kantongnya dan kemudian memberikan kertas itu kepada sepasang suami-istri tua yang belum lama ikut mengantri, senyum keramahanpun terpancar dari tiga wajah orang tersebut..si bapak kembali berjalan pulang dengan senyum, lalu sepasang suami istri tadi dengan ramah menyapa seseorang yang baru saja datang ingin mengambil nomor antrian dan mereka memberikan nomor antrian mereka kepada orang itu dan kembali aku lihat keramahan terpancar pada tiga wajah...

hanya senyum melihat peristiwa itu...sambil berpikir
hidup itu lingkaran...ketika kita meneruskan sebuah kebaikan maka kitapun akan berada pada sebuah lingkaran kebaikan...kebaikan yang mungkin menurut kita kecil mungkin akan sangat besar untuk orang lain...

jadi...jika kebaikan itu datang padamu dalam bentuk apapun maka teruskanlah kebaikan itu pada yang lain dan kamu akan berdiri pada lingkaran kebaikan.... ^-^

Thursday, January 26, 2012

Pilihan

sore itu..
hari kesekian dia telah pergi untuk memilih tidak denganku dan hari kesekian juga orang ini berada di hadapanku, sungguh tidak lelah dia meminjamkan bahunya hanya untuk menyambut air mataku, tidak gundah meski berkali sebagai pelampiasan amarah dan kekecewaanku...ya aku salut...kau mungkin hadiahku...

tapi..aku masih merindukan dia yang pergi...ah...waktu terlalu kejam..dia pergi di saat hati ini sedang sangat penuh cinta untuknya....

sore itu...
sms masuk di hp ku
"kamu bisa ga jemput aku di jl. sudirman sekarang ?"...ah dia masih mengingatku...dia masih butuh aku.....
aku pun tertegun sejenak...di depanku kini duduk seorang hebat yang terus setia menemaniku..dia dengan senyumnya padaku sambil melahap bakso kesukaanya tanpa menghiraukan apa keputusanku...

diam sejenak dengan senyum penuh arti lalu kubalas sms
"maaf aku tidak bisa"
dan lalu ku lanjut menjalani sore itu dengannya sambil melahap bakso....

Hidup dengan pilihan bukan berarti kita harus memilih...
tapi memang karena kita berkinginan untuk memilih....satu pilihan diputuskan maka sebuah cerita akan berjalan beda...dia yang pergi berkeinginan untuk tidak memilih aku...maka aku pun berkeinginan untuk memilih yang lain...

jika saja sore itu ku balas smsnya "oke aku kesana" dan meninggalkan orang yang telah setia menemaniku saat sakit itu....mungkin akan berbeda cerita.... (^_^) yang pasti..aku tidak menyesal

Friday, January 13, 2012

Penggalan sekian

aduh...mengaduh luka
sakit sekali...
entah sudah beratus liter air mata keluar
perutku seakan mual dengan tumpukan luka
ingin ku muntahkan semua tapi tak sanggup

datang dia...
orang pertama yang memberi rasa
yang lalu merasa bersalah akan luka
berkali mencoba merebut rumah hati
tapi berkali ku tolak mentah-mentah

kali ini dia hanya bisa ikut meratapi pilu
aku menangis keras bukan untuk hatinya
tapi untuk hati lain yang pergi
aku jadi sangat rapuh..

ku tahu dia dengan berat hati
ku tahu dia dengan penuh sesal
menampar kedua pipi dan lalu berkata lugas
"kau yang ku kenal tidak akan selemah ini dalam cinta"
isakanku terhenti sesaat memandang mata dia yang berkaca
pelukan hangat langsung menghampiriku dengan bisikan suara bergetar
"jika kau sangat mencintainya maka rebutkah dia dari orang yang merebutnya dari peluk mu..
berjuanglah untuk cinta kamu..karena ku tahu aku tidak mungkin lagi mendapatkan hatimu.. aku sangat menyesal untuk itu..."
aku hanya terdiam sambil sedikit terisak..
saat itu aku tersadar akan suatu hal yang menganggu logika
lanjutnya berbisik "atau cari cinta lain, aku yakin diluar sana akan ada cinta yang jauh lebih baik dan aku yakin suatu hari dia akan menyesal melepasmu seperti sesalku kemudian...aku marah padanya yang menyakitimu..dia sangat tak pantas untuk mu"

ku lepas pelukannya..ku pandangi matanya yang mulai meneteskan air mata
dan otakpun mulai berbicara dengan seribu pertimbangan
antara cinta, kasih sayang, nafsu dan keikhlasan...

butuh obat

sesak..padahal sudah bertahun...
perih...sepertinya potongan duri masih tertancap...
ku pikir sudah bisa kulupakan...
tapi entah...ini jadi inspirasi menyiksa hati yang jadi salah satu alasan kuat ku dapat berlatih memoles tulisan dengan hati...
yang terus jadi pertanyaan... kenapa harus melihat yang sakit..dan kenapa harus tergoda untuk melihat itu?

malam ini..detik ini
aku butuh obatku...
aku tak ingin hanyut pada sakit luka yang tergores dua kali itu...
sial...
obatku...dimana kamu?
tolong tetap genggam aku..
peluk aku...dan hangatkan aku...

kali ini aku benar-benar percaya dan merasakan teori dari paku yang ditancap ke pohon...
hah....
(syndrom jauh dari obat) :(

Jalak Harupat

"what??..kamu mau ajak aku nonton persib di jalak harupat"???
"ya..emang kenapa..gak papa kan?sekali-kali...emm..nanti kita pergi pake motor aku..biar gak ketauan kalo kamu dari jakarta"
"ehm..emang kenapa kalo pake motorku?"
"bobotoh ada yang fanatik banget...jangan sampe selesai kita nonton, motor kamu kalo gak tiba-tiba dikerjain orang yah ilang...inget...mereka benci banget sama The Jack...jadi agak sensi sama yang berbau jakarta"
"haaaaaahhhh..segitunyaaaaa" #dahi mengernyit mulut mengangaaa...

Jalak harupat..stadion bola yang lebih mirip dengan stadion quidditch dengan beberapa bukit menjulang dibelakangnya lalu dihiasi hamparan sawah dipinggir-pinggirnya...seperti lukisan...indah..kesan pertama begitu menggoda..selanjutnya..yahhhhhh.......#indonesia tanah air beta....berharap orang indonesia bisa lebih menghargai fasilitas yang sudah dibuat dengan susah payah....

lengkap pake atribut baju biru, jaket biru, syal persib (baru beli di jalan) dan gak lupa helm...nonton bola pake helm???emangnya mau tawuran??...
"kenapa kita pake helm nontonnya?"
"udah pake aja biar aman"
"haaahhh....aman????" bukannya malah gak nyaman yah pikirku dalam hati
ya udah lah ikutin aja dia dan duduk manis di salah satu bangku penonton...begitu lihat jam kembali mulut mengangaa..haaahhh..masih 2 jam setengah lagi sampai pertandingan mulai...
"kenapa sih kita datengnya gak nanti aja...kan masih ada dua jam lagi?"
"nanti yah..kalo nunggu pas jamnya kejamin kita gak akan dapet tempat duduk"
"haaahh..emang bakalan seramai itu?"

dan benar saja...gak sampe lima belas menit dari dia ngomong..lalu brwaaaaaaahhh...lautan manusia biru dengan suara yang bergemuruh memenuhi sesak stadion, penonton kebanyakan laki-laki dengan kepulan asap rokok, beberapa perempuan yang mungkin hanya menemani pacarnya nonton dan anak kecil yang kira-kira masih smp ikut heboh mengibarkan bendera bertuliskan "we are the viking fuck jackmania" hueee anak kecil aja sudah sefanatik itu???
selain penonton yang beragam banyak orang-orang yang menuh-menuhin stadion hoby banget bilang "kopi..kopi...cai..cai...punten a....kopi...kopi..cai..cai..." atau "uduk..uduk...bala bala..uduk...bala bala...angett..uduk..uduk..kripiikk..kripiiikkk" mondar-mandir gak karuan berasa luas aja ruang untuk jalan..pengen banget saat itu ngelempar sendal jepit ke bokongnya trus teriak "woyyy...punten mbah mu...sempit kaleee"

and the game begin Persib vs PSPS
dengan pasang tampang cengar-cengir kayak orang yang baru lepas dari Riau no. 11 (sekarang udah pindah ke daerah lembang) berjaga-jaga jikalau laki-laki disebelah ngajak ngomong sunda...dan...memang entah karena ramah atau emang baru lihat dua orang perempuan niat nonton bola sampe ke stadion..laki-laki itu gak berhenti nanya-nanya dan aku gak berhenti nyenggol si dia untuk minta mentranslate....sambil berdoa moga-moga masih bisa pulang dengan selamat meski berpredikat "orang jakarta"....

aku akui..aku bukan pecinta bola tapi euforia stadion ini benar-benar hebat luar biasa, tanpa sadar ikut kegirangan ngeliat si gonzales menggiring bola lalu mengoper ke matsunaga kemudian kembali di giring oleh si radovic untuk menciptakan umpan bola ke gawang lawan....seruuu..hebattt..kereeenn..."ayo gonzalesss...ahhh begoooo awass itu di rebuttt" aku bisa berteriak sekeras-kerasnya ketika bola hampir membobol gawang persib atau loncat kegirangan meneriakan "Goaaaaaallllllllll" ketika bola berhasil membobol gawang lawan kemudian mengalunkan yel yel "kiper bego..kiper bego..kiper bego" atau ikut-ikutan protes ketika ada pelanggaran yang tidak ditindak oleh wasit sambil ber yel-yel "wasit goblog..wasit goblog...wasit goblog"...namun akan tutup mata ketika gawang persib ke bobolan...dan lalu langsung refleks merunduk mengikuti gerak si dia..."what????kenapa nunduk..kan gak ada apa-apa..." belum selesai ngomong lalu syuuuuunnggggggggg beberapa botol aqua berisi air warna kuning curiga air pipis...disusul botol kratingdaeng terbang dari tempat duduk belakang....(-_-)"ini memang gila...akhirnya aku mengerti fungsi pake helm selain untuk berkendara motor

Detik akhir pertandingan....."prrrriiiiiittttt...." peluit wasit bertiup lautan biru bergemuruh "yyyyeaaaahhhhh..." persib menang...dan saatnya tiba untuk berjuang keluar dari parkiran jalak harupat meninggalkan stadion yang mirip stadion quidditch..memang edan..kali ini bukan saja lautan biru..tapi lautan motor tumpah ruah di jalan kecil pintu menuju jalan raya kopo...pemandangan lampu yang menakjubkan....

dijalan pulang...dengan syal persib masih menghias leher...jalan beriringan diatas motor dengan supporter lainnya...disambut banyak warga berdiri di pinggir jalan ada yang melambai tangan ada yang memberi tangan minta "tosssss" hahahaha...ini lucu seru...supporter dengan atribut biru saling beriringan seperti pesta akan keberhasilan tim bola kebanggannya jadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar...yang pasti sesekali aku menyambut tangan warga yang meminta tossss(berasa jadi artis) :p....

sebelum sampai rumahnya aku dan dia mampir ke beberapa tempat..dan mendapati.....
di pom bensin "teh..abis nonton persib...", "iya a"..."hati-hati dijalan yah" ( nada suara ramah)...
di alfaMart "abis nonton persib teh..." .."iya a..." "menang yah".. "iya a 2-1"."hati-hati di jalan yah" (sambil nyengar nyengir)
di parkiran dengan tukang parkir "abis nonton persib teh..." "iya a..." "oo..hati-hati dijalan yah" "ini a duitya".."gak usah teh..."
wowww...semua jadi tiba-tiba ramah baikkk??????? hahahaha...ada untungnya juga yah pakai atribut persib ini...

thanks untuk salah satu pengalaman unik ini di saat beberapa bulan sebelum sidang..hiburan yang menyenangkan, gak perlu jauh-jauh ke bali, ke luar negeri atau pergi pijat ke salon hahaha...ini benar-benar objek luapan emosi yang sangat sempurna, sangat dianjurkan untuk orang yang ingin melepas tekanan stress dan kepenatan dengan teriakan..loncatan..makian...tawa riang....dengan sebebas-bebasnya....
musim bola selanjutnya aku ingin kesini lagi sama kamu \(^0^)/

Wednesday, January 11, 2012

Timbangan gila

Jika kuberi dia 10 maka ku dihadiahi dia 1
dan lalu ku kecewa...bukan jumlah yang utama tapi...
niatan yang tak sama...

Jika kuberi dia 1 dengan utuh dia hanya memberiku 1/4..
dan sisanya tersebar dibelakangku..
tentu aku marah...kembali lagi ini bicara tentang niatnan...lebih baik tidak usah memberiku sehingga aku tak akan memberimu...

Ini lah yang kusesali...hidup manusia itu penuh nafsu..
nafsu untuk memiliki salah satunya...
kenapa ingin memiliki?
mudah saja karena pada dasarnya ingin diakui...
lalu jika sudah diakui?
tidak ada....bisa jadi dilepas...karena ingin mendapat pengakuan dari yang lain

Ini juga yang kusesali...hidup manusia penuh konflik
konflik politik, konflik ekonomi, konflik perasaan...itu sudah umum
konflik terselesaikan maka akan damai...
tapi bagaimana jika tak terselesaikan?
penasaran...masih menyimpan sejuta pertanyaan...
kepikiran terus...kemudian timbul konklusi ciptaan sendiri...
ini buat salah persepsi...buat salah bersikap...dan yang pasti buat lelah...

hanya ada satu cara ampuh mengatasi semua itu...
satu kata.. "apatis"

Caraku mencinta

sulaman cinta kasih sedang terajut
usia dan status bisa saja terpaut
tapi bukan jarak pemisah yang kutakut
hanya menolak hadir cinta lain yang ikut

cinta kau dan aku menyatu
bukan karena kedok yang bermutu
tapi hati yang saling bersekutu
hingga cinta utuh tumbuh disitu

manis cinta jangan lekas ditelan
tapi dinikmati pelan-pelan
cinta yang penuh harapan
tak akan sesal dikemudian

inilah aku dalam mencinta
hanya aku dan kau tak ada dia
karenanya ku akan setia
tak mau membawamu pada derita

jika takdir pada cinta akhirnya memisah
tentu aku akan berkeluh kesah
hatikupun seluruhnya patah
tapi cinta yang pernah ada tak akan kusanggah

jika bicara tentang cobaan berat
maka adalah melepas cinta yang terjerat
daripada mengenggam luka terlalu erat
alasan cinta, ku biarkan bebas dari penat

Kotak Pandora

Pandora..kotak penyimpan kenangan....jika dibuka kau akan merasa sakit..bukan hanya sakit dari kenangan buruk tapi sakit dari kenangan manis.....lucu bukan? Tiap orang kuyakini memiliki pandoranya masing-masing...ada yang memilih untuk tetap membuka kotaknya..ada yang memilih untuk menyimpan dalam lemarinya hingga sewaktu-waktu bisa dibuka...ada yang memilih untuk membuangnya keperapian hingga hanya menjadi serpihan debu dan terlupakan....bagaimana dengan kotak pandoraku...aku punya beberapa...ini adalah salah satu pilihan untuk salah satu pandoraku..


teringat dulu...beberapa tahun lalu

kenangan itu sangat indah, saat itu saking indahnya hingga ukuran sakitnya pun setimpal atau bahkan lebih..kenangan indah ini memang singkat bagiku tapi sakitnya tidaklah mudah untuk dilupakan begitu saja...entah apa karena ada rasa dendam atau rasa lain yang tak terungkap...yang ku tahu pasti semua begitu saja kumasukan ke dalam pandora...tanpa perduli terselesaikan atau tidak..

ah iya...dulu...

masih jelas diingatanku...aku berjalan tergopoh-gopoh ditengah sengatan terik si raja api, panasnya aspal membakar telapak kaki yang tak beralas, sambil membawa si pandora... sebentar ke utara sebentar ke barat...lalu berputar ke timur berhenti sebentar kemudian ke selatan...mencoba bertahan kuat sambil membusungkan dada tapi sesaat kemudian tertatih...ingin kubuka apa yang sudah terbungkus rapih tapi...pikirku itu bukan keputusan tepat...hingga akhirnya kurelakan pandora yang satu ini..aku ingin menguburnya saja...tak kuat rasanya jika hanya menyimpannya dalam lemari

Kembali berjalan tergopoh-gopoh hingga langkah ini terhenti pada sebidang tanah kering...tak ada tempat lagi dan tak ada waktu lagi...aku akan membuat lubang, tapi aku tak punya sekop..aku hanya punya dua tangan dengan sepuluh jari untuk menggali...aku coba menggali....

sekali menyendok tanah sebuah goresan membuat perih..kedua kali...tiga kali...empat kali...semakin cepat ku menyendok tanah..semakin cepat goresan luka tercipta hingga tak sadar seluruh kuku jari pecah dan darahpun menetes pelan dari tiap goresan lalu membasahi inchi demi inchi kulit tanganku..perih dan hanya perih hinga pecah begitu saja seluruh emosi, amarah,teriakan, tangisan lalu sekejap pipiku pun basah oleh air mata.. nafas tersenggal, butiran keringat membasahi sekujur tubuh..tapi tetap menggali, sesekali berhenti bukan untuk istirahat atau mengaduh akan perih yang kurasa namun, untuk memukul-mukul dada seperti mencoba membangun sebuah tembok baja untuk hati....ah dadaku sesak..isi kotak ini terlalu sakit untuk dadaku...semakin kuingat isinya maka semakin perih luka dihati dan semakin ingin menikmati kucuran darah yang keluar dari kedua tangan...harus semakin cepat ku kubur...

..aku ada di titik kegilaan penuh emosi dan saat bersamaan berada di titik aku melawan semua itu...

Berhari-hari menggali hingga aku sampai pada dasar lubang dengan kedalaman puluhan meter dari permukaan tanah...lubang yang kubuat terlalu besar untuk mengubur si pandora, bahkan besarnya bisa mengubur diriku..aku tak pernah berpikir untuk bisa keluar dalam lubang..dan aku juga tak menampik pikiran jikalau aku bisa saja terkubur di dalam lubang bersama si pandora...rasanya ingin tetap menggali...entah aku seperti menikmati luka pada tanganku, alasannya mudah saja...karena luka itu bisa menutupi rasa luka lainnya yang lebih sakit...sayang saja badanku terlalu lemas untuk itu...seluruh energi sudah terkuras habis...air mata mengering meninggalkan jejak pada wajah yang penuh darah bercampur tanah....

Ini detik perpisahaan denganmu pandoraku...
ku letakan si pandora pada dasar lubang kuhias tutupnya dengan sekuntum mawar putih yang sedari awal ku kugigit hingga durinya membuat beberapa goresan di gusi....sambil berbisik pada isi pandora ...

"aku tau...aku hanya setitik debu tak pernah berarti dalam perjalananmu..waktupun tak berpihak padaku...aku tak minta kau lihat atau kau beri arti...apapun itu karena ku tak ingin memaksa kehendakmu..ku yakin kau pasti tau alasanku meletakanmu pada pandora ...tapi ketahuilah kau menjadi kenangan buatku..apa yang sudah terjadi maka hanya akan ku kenang namun, maaf mungkin akan ada kenangan yang ingin ku lupa secara permanen ataupun sementara bahkan mungkin ada kenangan yang ingin kumanipulasi...terima kasih, aku belajar banyak dari sakit yang kau berikan..aku harap pengorbananku menggali lubang ini tidak sia-sia..dan jika tuhan dengan takdirnya kembali mempertemukan maka jadikan semua tanpa sakit, semoga kamu bahagia”

Selesai berbisik...ku berdiri menatap langit biru yang jauh diatasku...saat itu seperti ada pada persimpangan jalan dengan dua pilihan...tetap di dalam lubang menanti isi pandora dengan harapan hampa atau mendaki untuk menghirup udara baru lalu mengobati seluruh luka di tanganku...sebelum aku benar-benar mati kehabisan darah.

Ah..kucoba mendaki saja...

Dengan kelelahan, sekali memijak dinding tanah si kotak pandora berteriak..aku tak mengerti apa arti teriakan itu..yang kutahu godaan sangat besar menyerangku untuk kembali menarik seluruh ucapan tadi dan bermain lagi dengan isinya...aku berusaha sekuat tenaga tidak menggubrisnya ..sambil pelan ku daki tembok tanah, setiap tergelincir jatuh ke dasar lubang maka ku kembali bangkit mendaki...begitu seterusnya selama berhari-hari...hingga aku tak sanggup lagi...dan memutuskan untuk duduk terdiam di dasar lubang sambil memandang si pandora...”aku ingin keluar dari sini Tuhan...tolong aku..dengar doaku...hilangkan rasa ingin memiliki isi pandora itu” begitu doaku dihari-hari selanjutnya...berbekal makan cacing tanah dan meminum air hujan...aku terus bertahan untuk tidak tergoda pada pandora...logikaku terus mengultimatum otak “jika dibuka kau terluka dan pengorbanan kau bisa sia-sia”

Hari berikutnya...seutas tambang menyentuh kepalaku yang masih terkantuk di dinding lubang, terdengar dari atas sana “Hei yang dibawah sana...raihlah tambangku ini..aku akan membantumu naik..jangan ragu, aku tak akan menyakitimu”...pelan sambil ragu..apa bisa kuberi kepercayaan?...berpikir sejenak lalu meraihnya...nothing to lose..pikiran sederhana saat itu yang timbul...pelan-pelan ku daki lubang dengan bantuan tambangnya...

sesampai diatas lubang..

dia tersontak kaget melihat diriku berantakan kusut lesu penuh luka, dia tak sedikitpun berkata, hanya saja mulai mengusap wajah kotorku dengan handuk bersih miliknya. Aku hanya tersenyum memberi tanda terima kasih dan lalu mulai berdiri kembali menyendok tanah dari tumpukan bekas galian dengan kedua tanganku...aku tak berharap dia membantuku...tapi..dia mengikuti gerak ku...dia juga membantuku mengubur lubang dengan menyendok tanah yang sama menggunakan kedua tangannya. Sesekali kutengok dia meringis sakit tergores kerikil tajam yang bersembunyi pada tumpukan tanah atau bergidik ngeri karena menemukan cacing pada tanah yang digenggamnya....ku pandangi tingkahnya...dari pandangan penuh curiga, penuh amarah hingga cerita barupun dimulai dengannya...sampai mengukir senyum dan tawa...

ya..pandoraku bertahun lalu...aku menguburnya dengan sakit..sebagai awal dari cerita baruku...


saat ini...pada cerita baru...
ku akui..terkadang aku mengunjungi kuburan kotak pandora itu..bahkan tak jarang berdiri disana sambil mengenang...atau bahkan menyesali yang sudah terjadi...kadang masih ada suara yang terdengar dari dalam sana..ku hanya bisa menyikapi dengan senyum..ku tahu senyumku penuh pertanyaan dan penuh usaha untuk menutupi sekelumit rasa yang kadang terbesit....
..ku sudah melanjutkan jalan yang berbeda sambil berharap takdir tidak bermain kasar ...terkuburlah tenang kotak pandora....temui aku tanpa sakit jika memang roda hidup berkata demikian...