Wednesday, June 10, 2020

Pertemuan Pertama

Aku... 
Pujangga cinta yang percaya pada takdir...
Tuhan apakah takdirku selalu pada hidup yang ketir? 

Hari-hari berlanjut di atas kartu tarot
Tiap bulan mendamba ilusi dengan sangat berat
Aku haus, aku lapar, mana cinta untuk ku?
Ini perih, ini sedih, tak adakah pelipur laraku?

Tuhan... Teriakku parau dengan mulut menganga, terkapar menatap langit

Dan lalu...

Setetes embun sedikit membasahi ujung bibir
Dua, tiga, empat tetesannya berlanjut..
Apakah ini jawab mu Tuhan? 
Sambil ku terus menatap langit, tetesan embun mulai menyamarkan air mataku.. ah ada cahaya...

Cahaya kecil diujung sana..perlahan terbang mendekat... Apakah kau penuang embun itu?
Tuhan ini kah jawab mu?

Peri kecil.. aku sebutmu itu... 
Terbang mengelilingiku..menyeringai pada awalnya..terkadang terbang sambil melempar senyum sinis... Seolah ragu memberi ku embun...dan berpikir apakah aku pantas diberi embun..

Peri kecil..aku ini haus akan embun mu... 

Aku hanya terdiam menatapmu yang gerik matanya mempelajariku.. 
Aku tak akan menyakitimu... Aku hanya ingin
Menikmati setiap senti indahnya cahayamu

Peri kecil... Pelan-pelan mulai melempar senyum.. sesekali melempar tawa riang padaku... sambil ku elus lembut keningnya

Tuhan.. aku bahagia..
Peri kecil pemberianmu.. 
mulai menerimaku... 

Aku pujangga cinta percaya pada takdir..
Peri kecil kau lah takdir titipan Tuhan padaku..