Tuesday, December 29, 2009

Tahun 2009

Jakarta, 30 Desember 2009. 11.06 AM

Lagi-lagi beberapa jam sebelum keberangkatanku ke bandung. Aku disini masih tergila-gila dengan facebook sampai lupa sarapan. Hari ini..mungkin akan jadi hari terakhir aku menulis di blog ini pada tahun ini....tahun 2009...tahun yang memberikanku pelajaran hidup...tahun ajaib yang semua rasa ada didalamnya....

Tahun 2009 ini..
aku merasakan sangat beruntung,bahagia memiliki seorang kekasih...dan lalu merasa sangat terpuruk kehilangan ketika kekasihku pergi dengan orang lain....
aku merasakan sebuah kebebasan yang bertanggung jawab dengan pengalaman pertamaku ngekos...
aku merasakan sebuah tempaan keras untuk belajar dengan dapat melanjutkan kuliah lagi...
aku merasakan bahagianya menginjak negeri orang...
aku merasakan betapa menyenangkannya pekerjaanku...
aku merasakan sebuah kritik yang benar-benar menamparku...
aku merasakan melaratnya hidup ngekos...
aku merasakan proses belajar menghargai orang-orang disekitarku yang telah mencurahkan segenap perhatian, kasih sayang dan cinta padaku...
aku merasakan diriku belajar semakin menyayangi keluargaku...
aku merasakan diriku belajar merangkul musuhku..meski musuhku berkali menyakiti
aku merasakan diriku terus tumbuh untuk mempelajari ilmu sakti..ikhlas...
aku merasakan sebuah kekuatan untuk terus menjadi seorang yang kuat...dan dewasa...
semua rasa ada di dalamnya...

Untuk tahun selanjutnya..ya...aku ingin menjadi seseorang yang lebih dewasa, bijaksana,lapang dada dan berjiwa besar....

Saat ini...aku tau, aku masih dalam sebuah proses memanjat tebing untuk keluar dari keterpurukanku akan sebuah pengkhianatan yang aku dapatkan beberapa bulan yang lalu..aku hancur saat itu..benci dan dendam sempat merundung hatiku...namun, satu yang pasti, hatiku tak bohong, aku masih menyayangi dan mencintai orang tersebut...bahkan masih tersimpan sebuah harapan untuknya..meskipun dia telah begitu dalam menusuk hati dan kepercayaanku...tapi logikaku pun tak mengelak jika dia telah jatuh dalam pelukan orang lain..aku tak bisa memilikinya lagi...
karenanya akan kututup tahun ini dengan harapan yang terkubur untuknya...dengan keikhlasan yang masih terus kukuasai...dan dikemas rapat oleh mencinta dari jauh...mencinta dalam imaji...mencinta dalam doaku...

Terima kasih untuk orang-orang yang di hadirkan Allah untuk menjadi cahaya-cahaya kecil dalam gelapku..cahaya-cahaya yang menjadi telinga, mata, kaki, dan hati..

Aku akan melangkah seiring dengan waktu..mengayunkan kaki ringan sesuai arah angin namun tetap ku kendalikan layarnya....semoga tahun depan aku bisa menjadi seseorang yang jauh lebih baik dari tahun ini...aku ingin tetap terus membuka mata pada realita

Happy New Year All...love you always.. (^_^)

Sunday, December 27, 2009

Aku senyum ^_^

Jakarta, 28 December 2009, 2.15 AM

Di kamar tercintaku yang penuh debu dan barang-barang titipan mama. Aku duduk di meja belajar yang pernah menjadi saksi kerja keras ku belajar untuk ujian dan saksi bisu akan cinta...hehehe....

huiffff....gak kerasa aku bercengkrama dengan suaranya hampir lebih dari 4 jam,hmm...dari jam 10 malam sampe saat aku menulis blog ini...setengah tiga pagi...rasanya sudah lama sekali aku tak merasa senyum rindu seperti ini. Kembali bersama menengok lembaran dulu yang pernah ada...dari sedih, canda tawa, ketegangan, kekerasan hingga darah...lembaran bertahun-tahun silam.Penuh senyum pada cengkrama kali ini, penuh tawa seru yah..hingga aku sedikit lupa dengan sakit yang sedang menghinggapi mata kananku...huh...mau bintitan kayaknya nih...

Sungguh Allah maha adil yah..Dia selalu menghadirkan penyeimbang dalam hidupku...ketika aku merasa sedih..maka akan ada secercah cahaya yang menerangi...meski terkadang pada awalnya aku suka tak menghiraukan keberadaan cahaya itu...cahaya yang datang dari mana saja yang bisa melukiskan kerut senyum di wajahku..

Saat berbagi yang menyenangkan...yah..ini sudah sangat lama sekali tak terjadi...saat saling cerita atas apa yang telah masing-masing dari kami lewatkan...saat lucu dengan sebuah usaha yang terus ada...hehehe...
i'm sorry for that...i'm not ready now..but please be sure about the possibility xixixi...

Sungguh,,,aku pun saat ini menulis dengan senyum...sejenak seperti terlupa dengan kesakitan yang kualami...atau yang pernah kualami...

kalau dirunut kebelakang atas apa yang terjadi dengan diriku...dirinya..dan dirinya yang lain dan lalu dirinya lagi yang lain...aku hanya bisa tersenyum menyadari betapa roda waktu itu memang benar berputar ke depan...namun, tak dapat dipungkiri..orang yang entah berasal dari masa antah berantah mungkin bisa saja datang dan lalu memberi nafas baru lagi...meski cuma sesaat mengukir sebuah warna baru dalam lembar hidup. Kisah-kisahku yang berputar seiring dengan keputusan akan jalan yang diambil....

"Make a decision with a prediction...when nothing makes you feel good..then nothing makes you feel good...we got the choice..if it all goes wrong...We walk..."

Salah satu keputusan aku untuk mengatakan "i walk" sungguh bisa mendatangkan hikmah baik. Terkadang 'berjalan' dari sebuah keputusan yang salah bisa membuahkan pelajaran, membulatkan sebuah tekad baru, membentuk visi baru, melahirkan pemikiran yang lebih dewasa....

(^_^) so...jangan takut untuk 'berjalan' jika merasa sebuah keputusan itu salah...karena itu adalah salah satu proses pematangan sebuah kepribadian.
Aku bangga sama kamu, malam ini kamu telah membuktikan padaku...'berjalan'nya aku...menghasilkan kamu yang baru..kamu yang bisa 'berjalan' dari orang yang telah membuatmu terpuruk....keep'n jiayou my best friend :)..aku senyum

Saturday, December 26, 2009

Ciri-ciri orang yang mencintai kamu

1] Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya hanya ada kamu satu-satunya.

2] Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak perduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap menjadi impiannya.

3] Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah bertambah.

4] Orang yang mencintai kamu selalu ingin tahu tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tahu kegiatan kamu.

5] Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ’selalmat pagi’,’selamat hari minggu’, ’selamat tidur’, ‘take care’, dan lain-lain lagi, walaupun kamu tidak membalas SMS-nya, kerana dengan kiriman SMS itu lah dia menyatakan cintanya, menyatakan dalam cara yang berbeda, bukan “aku CINTA padamu”, tapi berselindung ayat selain kata cinta itu.

6] Jika kamu menyambut hari tahun dan kamu tidak mengundangnya ke majlis yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.

7] Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, kerana saat itu ialah sesuatu yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. kerana saat bersamamu itu tidak bisa berulang selalu.

8] Orang yang mencintai kamu selalu mengingati setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa pernah mengungkapkannya. kerana dia menyematkan kata-kata mu di hatinya, berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.

9] Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, kerana dia ingin tahu apa kgemaran kamu - kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun sukar meminati kesukaan kamu, tapi akhirnya da berjaya.

10] Kalau kali terakhir kalian bertemu kamu mungkin sedang selesema, atau batuk-batuk, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon untuk bertanya keadaan kamu - kerana dia bimbangkan tentang kamu, peduli tentang kamu.

11] Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan menanyakan bila ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.

12] Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa.

13] Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung. Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup kerana kamu telah menggegarkan dunianya.

14] Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada di dekat kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.

15] Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan sentiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan persekitaran yang boleh membawa pengaruh buruk kepada kamu. dan jauh dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh dimata, jauh dihati?’

16] Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.

17] Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang SENGAL seperti menelefon kamu 100 kali dalam masa sehari. Atau mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.

18] Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening kepala. Namun ketika kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.

19] Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dgn sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!. bahkan dia begitu gembira kerana dapat membantu kamu. dia tidak pernah mengelak dari menunaikan permintaan kamu walau sesukar mana permintaan mu.

20.Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebahagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda berharga buatnya.

21] Dan jika kamu cuba menjauhkan diri daripadanya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyedarinya dan menghilang dari kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.

22] Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu kerana sebenarnya dia tak pernah mencari orang lain. Dia sentiasa menunggu kamu.

23] Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, kerana dia tidak mahu kamu terbeban dengan karenahnya. saat kau pinta dia berlalu, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.

[ Pernah adakah orang yang berbuat seperti di atas kepada kamu? Jika ada, jangan pernah mensia-siakan orang tersebut... kamu akan menyesal melakukannya! ]

Friday, December 25, 2009

kemungkinan...

'Openness to the possibilities of life'

Jakarta, 25 December 2009, 5.56 PM....7.50 PM

Sore hari dikamar bercat biru muda yang dihiasi gambar awan-awan putih dan beberapa tempelan glowing in the dark bentuk bintang dilangit-langitnya. Lagi ku manjakan jemari ini untuk sedikit berolahraga di atas tuts notebook. Ahh...sepinya...yah seperti biasanya lonely..terdiam jariku sejenak dan mengangkat tlp yang berdering disampingku.....
beberapa menit berlalu...
sungguh percakapan itu membuat hati ini memburuk...tak tahan setetes air mata mengalir di pipi...dan kuakhiri percakapan dengan dingin...
adzan magrib tiba...entah ada setan apa dihatiku..aku seperti muak mendengarnya..aku benci mendengarnya...

ya Tuhan....kenapa...sesaknya dada ini...
tak lama berselang menit....hpku berdering lagi...dengan hati teriris tangis aku mengangkatnya dalam topeng tenang....akhirnya ada tawa yang menghiasi wajahku..meski hatiku saat itu menangis...

Setelahnya semua percakapan telepon berakhir...aku berpikir...tadi perasaan aku menjadi sangat buruk..dan lalu menjadi agak mendingan pada beberapa menit kemudian..jadi teringat salah seorang temanku pernah berkata "human heart is very amazing...you felt this way now and the next second you can felt that way" huh..tersenyum sinis ku ingat kata-kata itu...ya..itulah hati manusia..itulah hidup...

Terkadang dalam hidup...
kita tidak bisa menebak apa perasaan kita akan suatu hal akan sama pada setidaknya lima menit ke depan ?
kita juga tidak dapat memastikan apa semua hal yang telah tersusun di otak kita akan berjalan sesuai rencana ?
kita juga tidak bisa menentukan isi hati dan pikiran seseorang pada setidaknya lima menit ke depan?
kita hanya dapat berpikir akan sebuah kemungkinan..

Bagiku..setiap detik hembusan nafasku maka akan menghasilkan sebuah kemungkinan...dan tak dapat dipungkiri kemungkinan itu ada yang manis..dan ada yang pahit...

'Openness to the possibilities of life' maksudnya terbuka pada setiap kemungkinan yang akan terjadi dalam hidup...siap pada setiap gerak yang memuncul sebuah kemungkinan yang mungkin akan merubah hidupmu pada tahun-tahun berikutnya....

aku harus siap dan terbuka untuk itu...



Thursday, December 24, 2009

Isi..bukan bungkus

Bandung, 24 Desember 2009 1.08 PM

Bandung siang hari, kembali ku ditemani kepulan asap dan mata yang menyipit, beberapa jam sebelum kepulanganku ke Jakarta lagi untuk bulan ini. Ku biarkan jemariku berdansa di atas tuts mungil note book ku. Kali ini sudah setengah menyentuh bungkus ke empat yang tak bisa terhindari…dari nafas yang tersenggal aku hanya bisa mengeluarkan sebuah nafas dalam sambil berkata… “Aku Lelah”.


Kalo dipikir-pikir sangat disayangkan…lebih dari satu minggu aku mencoba berhenti menghisap tembakau dan sudah dua hari berturut-turut aku olah raga basket. Tapi siang ini, hanya untuk menghentikan air mata yang terus terjatuh, aku mencari ketenangan pada lintingan-lintingan tembakau.


Terus pikiranku melayang, mengapa banyak sekali orang yang selalu menilai sesuatu dari “bungkus”nya tanpa melihat apa yang tersembunyi dibalik bungkus tersebut. Bahkan banyak juga yang melihat sebuah usaha bagai tak kasat mata. Sungguh hal ini berkaitan dengan sebuah penghargaan.


Pernahkan kamu merasa tidak dihargai oleh seseorang ?


Jujur, aku sering merasa seperti itu. Padahal aku selalu mencoba untuk menghargai orang-orang yang tidak menghargai aku. Aku merelakan diriku untuk dilukai oleh orang-orang yang tidak aku sakiti. Aku mengalah untuk orang-orang yang tak mau mengalah padaku. Aku seperti ini apa karena aku kuat?apa kamu berpikir aku kuat? Tidak….sungguh..aku tak lebih baik dari manusia berhati rapuh..


Siang ini, untuk kebeberapa kalinya aku merasa sangat tidak dihargai oleh seseorang. Apa yang aku lakukan hasilnya seperti nihil. Kamu tau mengapa ini bisa terjadi? Karena orang itu hanya memandang ‘bungkus’ ku saja…karena orang itu menilai semua dari ‘bungkus’nya saja dan lalu meniadakan semua hal baik yang pernah ada.


Aku bingung….buatku..apalah arti sebuah bungkus jika isinya tak bermakna. Apalah arti sebuah buku dengan cover warna-warni yang menarik mata dan dibuat oleh bahan cover kelas tinggi jika isi bukunya hanya sebuah bualan tanpa fakta, tanpa ilmu, atau tanpa sastra.


Kamu tau…ketika ada seseorang yang membukakan sebuah tutup botol air mineral dan mempersilahkan kamu terlebih dahulu untuk meneguk airnya sebelum dia…maka itu adalah hal yang berharga…karena dari situ kamu bisa tau betapa dia rela menahan kerongkongannya tetap kering demi melihat kamu dapat melepas dahaga..


Lihatlah dari isinya…bukan bungkusnya…


Sejenak menghela beberapa nafas dalam…ku tengok bungkus rokok ke empatku…ah..sudah tinggal 4 batang yang masih utuh…

Sunday, December 20, 2009

Terjatuh...

Jakarta, 20 December 2009 a hour before my trip to bandung

Kembali di dalam kamar ini, ditemani alunan musik dari vierra-seandainya. Aku yang masih terduduk dikamar kembali sejenak memanjakan jemariku untuk menari di atas notebook mungil ini.

Anganku terbang melukiskan sebuah cerita singkat tentang seekor burung kecil.

Suatu hari, aku berlari ditengah hutan, kencang tergesa-gesa, penuh semangat hingga tak sedikit luka goresan menghiasi kaki dan tanganku, tapi aku terus tersenyum akan itu.
Terus ku berlari tanpa arah, sesekali ku menengok kebelakang tapi sambil tetap ku tak hiraukan apapun yang mengganggu. Saat itu, aku hanya merasa, aku kuat, dan aku bisa...tapi..
Entah mengapa, mungkin karena kesombonganku, Tuhan mentakdirkan aku untuk terjatuh.
bukan..aku bukan jatuh tersandung akar pohon yang menjulang dari tanah...aku bukan juga jatuh karena sebuah batu yang menghalangi jalanku...aku juga bukan terjatuh karena kaget akan binatang liar....tapi aku terjatuh pada sebuah lubang sumur yang dalam.

Saat itu..diriku yang terluka hanya bisa duduk terdiam..siang dan malam ku lewati hanya dengan menatap lubang diatasku. Sesekali matahari menyinari...tapi lebih sering awan mendung yang menghiasi pandanganku. Tak jarang juga hujan membahasi seluruh tubuhku.
Berkali mencoba menahan sakit yang ada, mencoba memanjat dinding sumur ...tapi, aku selalu terjatuh, hingga tanganku bukan lagi penuh goresan akibat ranting tapi penuh luka lecet yang dalam akibat bebatuan kecil yang tajam.
Aku terus menghela nafas dengan perasaan penuh kepesimisan. hidupku tak lagi bebas, hidupku tak lagi ada semangat...aku hanya menatap lubang diatasku dan lalu semu menatap dinding-dinding sumur...

Tiba-tiba....aku tersentak kaget..ada seekor burung kecil yang ikut terjatuh ke dalam sumur ini. Ia terjatuh tak jauh dari tempat ku duduk. Perlahan ku dekati burung mungil itu, oh tidak..ia juga terluka...sayap sebelah kanannya sedikit terluka...pelan-pelan ku ambil dia, dia tertidur manis di atas kedua telapak tanganku. Dia melihatku dengan tatapan penuh kesakitan seolah dia tak ingin lagi hidup dengan luka yang ada...aku berbisik padanya "burung kecil, kamu akan baik-baik saja, aku akan merawatmu disini, kamu tidak akan kesepian, aku akan menjagamu..." sejenak setelah ku berbisik padanya...si burung kecil itu mengeluarkan siulan merdu seolah berkata terima kasih.

Kemudian....
hari-hari ku lalui dengannya...aku mengobati burung kecil itu dengan air liurku sendiri, keringatku sendiri. Ku terus menghangatkan dia saat dia tertidur. Ku terus memberinya makan dengan cacing yang aku gali oleh tanganku yang penuh luka. Bahkan, ku tak pernah lupa memberinya kecupan selamat tidur.
Saat itu...tanpa kusadari semangatkupun timbul kembali...dan burung kecilkupun mulai pulih...aku senang..aku bahagia hidup dengan burung kecil ini...aku selalu bersyukur dalam hati karena Tuhan memberiku cahaya pada masaku yang kelam...cahaya itu burung kecil ini.


Tak terasa...sayap si burungpun kembali pulih...ia mulai sesekali mencoba terbang. Aku diam tersenyum melihat ia yang mencoba terbang. Aku sangat bahagia meliat raut mukanya yang penuh semangat ketika ia terbang. Tak jarang juga aku melarang dia terbang dan menyuruhnya untuk beristirahat sejenak atau untuk tidak nekat.

Namun...pada suatu hari, si burungpun mungkin merasa jenuh pada diriku..ia terbang hampir setengah sumur. Aku berdiri dengan terpincang memanggil dirinya untuk kembali "kau mau kemana? kembalilah...kembalilah padaku...jangan tinggalkan aku...tolong tetaplah disampingku..kaulah yang bisa membangkitkan semangatku..aku mohon...aku juga ingin keluar dari sumur ini..hanya kau yang bisa menolongku...ku mohon kembalilah". Mendengar teriakanku yang menggema...dia berhenti sesaat dan menoleh sambil berkata..."Maaf...aku tak bisa kembali" lalu dia kepakan sayap dan pergi...pergi menjauh..pergi ke tempat hatinya berlabuh.....

Dan aku...kembali duduk penuh luka...kali ini dengan luka dihati mengingat betapa hal yang aku sayangi pergi meninggalkan ku...sesekali ku coba memanjat tapi terus terjatuh...kali ini setiap aku terjatuh..maka aku menangis...bukan..bukan karena sakit terjatuh...tetapi..karena sakit akan kehilangan....ketika lelah berusaha aku hanya memandangi lubang diatasku dan berharap kosong akan kembalinya si burung kecil itu kepelukanku....

Sampai saat inipun..ia tak kembali..

Saturday, December 19, 2009

Married...

Jakarta, 20 December 2.48 PM

Masih dikamar tercinta, sore hari ditemani oleh alunan gitar listrik musik soul yang daritadi dimainkan oleh om ku diruang tamu.

Hari ini cukup melelahkan, pagi-pagi sudah duduk mengantri giliran sanggul dan make up untuk kawinan salah satu saudaraku. Mas koko.
Hampir 7 tahun lamanya aku tidak bertemu dengan keluarga besar ini. Banyak sekali yang berubah, dulu yang kukenal masih anak SD, sekarang tau-tau sudah SMP aja. Yang tadinya kurus sekarang jadi gemuk...termasuk aku salah satunya. Banyak dari mereka yang pangling melihat aku. Bagaimana tidak, terakhir mereka bertemu aku, aku adalah siswi kelas 2 SMA. Dari sekian kekagetan mereka yang melihat perubahanku, ada satu reaksi yang mengganjal telingaku...ya..ketika salah satu dari mereka berkata "ya ampun...dikirain siapa amoy-amoy duduk disini". Saat itu, aku hanya bisa tersenyum atau tertawa kecil saja mendengar reaksi-reaksi dari mereka. oya...tak lupa salah satu dari merekapun bertanya dengan gamblang.... "kapan kamu nyusul mas koko"....dan aku hanya menjawab "may.....maybe yes..maybe no" dan langsung disambut dengan gelak tawa orang disekitarku.
ngomong-ngomong tentang dibilang mirip "amoy" aku jadi sempat berpikir...apa sebegitu besar pengaruh bahasa cina yang aku pelajari???hingga mungkin perlahan rupakupun menjadi mirip orang cina....(plis deh)

Aku duduk sabar menanti giliranku...aku lihat diruangan ini saudara-saudaraku bolak-balik repot dengan seragam kebayanya, ada yang teriak minta dipakein kain lah..ada yang protes blangkonnya gak cukuplah, ada yang memamerkan kebaya yang modelnya uniklah, ada yang menutup mata sambil di make up...macem-macem. Sejenak aku merasa ada yang kurang...ya...ini beda dengan kawinan saudara aku yang lainnya di 7 tahun lalu. Tidak ada ibu-ibu cerewet yang selalu memegang teguh adat jawa yang sangat rapih untuk berpakaian kebaya dan beskap. Cerewetnya dia terkadang membuat beberapa sepupuku menggerutu kecil, atau merasa sesak dengan kemben yang mereka gunakan...saat itu menyenangkan..Aku kangen dia...

Dia, adalah seorang wanita yang membuka usaha tata rias pengantin, hasil make up dan sanggulnya...bagus banget..dia orang yang ramah tapi cerewet kalau urusan pesta pernikahan. Namun sayang, 4 tahun yang lalu dia telah dipanggil yang maha kuasa....
sekarang ini, anak perempuan satu-satunya yang awalnya menolak mentah-mentah melanjutkan usaha ibunya itu, kembali membangun usaha tata rias pengantin yang telah didirikan sang ibu bertahun lamanya.

Hari ini dikawinan mas koko..kembali aku bertemu dengan saudara-saudaraku yang kian menua...begitu juga aku...hehehe..

Dengan kebaya coklat dan make up serta sanggul yang membuat aku terlihat seperti ibu-ibu, aku berdiri memandangi mas koko dengan pasangannya dipelaminan, mereka berdua bak lukisan panggeran dan putri..sejenak membuat hal ini membuatku terpikir ingin menikah...hehehehe...

Danau...

Jakarta, 19 December 2009 18.37

Dikamar ini lagi, ditemani lagu nidji 'sang mantan', memakai kaos oblong yang sama dari tadi pagi..(uh..bau keringat)...dan hanya memakai celana dalam...hehehe...(karena gak tahan panasnya udara dijakarta).

Sore ini aku berjalan melewati sebuah danau yang tidak jauh dari rumahku. Meskipun danau itu bukan tempat pemancingan tapi banyak sekali orang yang sengaja mancing disana, dari pria hingga wanita, dari anak kecil hingga orang tua. kulihat ekspresi mukanya satu persatu, tampak ada yang serius, tampak ada yang tertawa lepas, kesemuanya seperti menikmati udara sore dan tenangnya air danau buatan ini.

Angankupun melayang...

Dulu diatas danau ini berdiri sebuah restaurant, masih teringat jelas diotakku..aku berlari-lari di atas koridor papan kayu restaurant dengan tangan yang kotor oleh bekas makanan dan mulut yang setengah penuh nasi merengek ingin minta bermain sepeda air dan setelahnya habis dimarahi oleh mama..ya, aku ingat..itu dulu sekali, mungkin ketika aku kelas 2 SD. Itu salah satu restaurant kenangan yang pernah menjadi saksi bisu harmonisnya keluargaku saat itu.

Sayang sekali, sekitar dua tahun kemudian restaurant tersebut bangkrut. Aku hanya bisa melihat beberapa tiang beton penyangga bangunan dan danau yang membisu setelahnya. Tak pernah ada seorangpun yang mendekati danau itu, kasihan sekali...danaunya kesepian..
aku tak tega.

Beberapa tahun kemudian di sore hari, seorang pria hampir separuh baya dan anak perempuan yang berusia sekitar 13 tahun menghampiri danau yang kesepian. Mereka turun perlahan dari mobil sedan hitam yang diparkir dipinggir danau. Si pria dengan tampang seperti menahan malu dan si anak perempuan yang terdiam menahan senyum menenteng sebuah kantong plastik besar. Dengan berharap tidak ada yang melihat mereka pelan-pelan mendekati tepi danau dan lalu berjongkok membuka ikatan kantong plastik. Kemudian "Pyurrrrrrrrrr".....isi dari kantong plastikpun dituangkan ke dalam danau.
Sesaat setelah itu, Si anak perempuan tersenyum riang dan lalu berbisik dalam hati "danau, semoga kamu tidak kesepian lagi, aku memberimu teman untuk menemanimu bermain..." Mereka berdua berdiri sejenak melihat gemercik air danau lalu bergegas masuk ke mobil dan pergi meninggalkan danau dengan teman barunya.

Sekitar 4 tahun kemudian pada sore harinya, di awali dari satu orang, dua orang, tiga orang....mereka mengunjungi si danau. Hampir setiap hari mereka duduk ditepinya sambil memancing dan menikmati udara sore.

Aku..sore ini kembali melihat si danau dengan tiang beton yang tertancap di tengah-tengahnya .. danau yang tak lagi sepi...danau yang penuh tawa riang gembira dari sekumpulan orang yang berderet di tepinya sambil memancing....
Aku hanya tersenyum simpul melihat mereka satu persatu sambil mengingat..10 tahun lalu aku dan om ku melepas 10 ikan lele kecil untuk menemani si danau....

sepertinya si lele berkembang biak banyak di danau itu yah... :)

Thursday, December 17, 2009

Hati, Ego, dan Logika

Jakarta, 17 desember 23.09

Sekali lagi kutengok alamat blog itu maka sekali lagi hatiku terenyuh..
sebuah pemikiran keras hadir mengetuk-ngetuk otakku dan lalu berteriak kencang ditelingaku..
"kau bukanlah apa-apa untuknya...kau tidak berharga untuknya...lihat..tak ada sedikitpun jejak yang ia tinggalkan untukmu...jadi buat apa mimpi disiang bolong"

karenanya..kutengok lagi sms yang tadi kukirimkan padanya...hati ini seperti meringis kesakitan dan berkata "mengapa kau lakukan ini, ini hanya menyiksamu, ini bukan kemauanmu, ini keegoisanmu..., kau sayang dia, tak harusnya kau tinggalkan dia"

Ku menengadahkan kepala dan lalu berpikir sejenak tentang apa yang telah terjadi beberapa bulan ini.... "aku hanya manusia biasa, aku hanya ingin menjadi nyata untuk orang yang ku sayang..apakah keinginan itu salah..lalu apakah aku salah jika aku marah karena dijadikan semu oleh orang itu?"

Inilah saat hati nurani, ego dan logika berseteru...

a reality

Jakarta, 17 Desember 23.03

Jakarta...tempatku, rumahku...realitaku..
ketika pulang kerumah..inilah saat aku membuka mata lebar-lebar tentang kenyataan..
kenyataan bahwa semua keluargaku disini..kenyataan bahwa ada sebuah pekerjaan yang menungguku disini...kenyataan bahwa hari-hariku dibandung akan berakhir juga..

banyak mimpi yang aku rajut sendiri dikota kembang itu, hingga terkadang rajutannya itu melukai tanganku..
banyak cerita juga aku lalui dikota yang akan menjadi kenangan ini, hingga terkadang otakku sampai bingung harus menulis ceritanya dari mana..
tapi satu hal yang pasti..meski sakit..aku menikmatinya...meski awalnya aku tertatih..aku yakin bisa bangkit...
setiap kesakitan yang kulewati dari ceritaku disana berarti aku mendapatkan sebuah pelajaran hidup yang tak akan pernah terbayar oleh uang miliaran rupiah sekalipun...

ya...aku mencoba tumbuh di dua kota ini..

Wednesday, December 9, 2009

a hour before it...

Bandung, 10 december

pagi, waktu menunjukan pukul 9 tepat, dan aku sudah berada di kampus menunggu saat-saat menegangkan. ujian mempresentasikan berita di depan seorang dosen yang pernah mengkritik aku...aku takut..
perutku bergejolak hebat sampai-sampai tak bisa satupun makanan yang dapat masuk..yang bisa hanya hisapan dari beberapa puntung rokok...oh tidak, apakah aku akan benar-benar menjadi seorang pecandu..?ini sudah hari kelimaku aku menjadi perokok aktif dan sudah menghabiskan sekitar 40 batang puntung rokok...atau bisa dibilang hampir 3 bungkus..
kemarin aku tidur setengah tiga pagi dengan otak yang sangat gelisah dan sudah bangun pukul 6 kurang dan tak bisa tidur lagi...

hhhh...semoga aku bisa lewati hari ini dengan baik..doakan aku..

Takut

Bandung, 9 december

Sudah setengah sebelas malam sekarang dan aku baru mau memulai kembali bahan ujianku untuk besok. Semakin menegangkan. Besok,,aku takut…aku takut bertemu dengan dosen itu..dosen yang pernah mengkritiku di depan banyak orang, dosen yang pernah membuatku gugup campur malu setengah mati.

Rasanya ku ingin berteriak, lepaskan diriku dari beban yang ada dan biarkan aku terbang lintasi siang dan malam.

Semakin ku tegang akan keresahan ini, semakin banyak asap mengepul dikamarku. Tak terasa ini sudah bungkus ketiga selama tiga hari.
Mungkin bagi orang yang mendengar ketakutan anehku ini, mereka akan tertawa atau mungkin tersenyum sinis. Tapi, mereka tak tahu sebenarnya seberapa kritisnya keadaan aku.

Sekarang aku hanya bisa meminta ketenangan pada lintingan-lintingan tembakau ini, karena tak ada yang bisa membantu diriku.

Aku takut..

a spirit in the night

Bandung, 8 desember malam..

Malam temani langkahku, sambil melahap mie goreng dengan segelas kopi hangat, perlahan jemariku berdansa diatas tuts notebook mungilku, bebas lepas seperti elang yang terbang diudara. Setidaknya aku ingin sedikit menulis sebelum kembali mengulang beberapa bahan ujianku untuk hari kamis nanti. Ujian yang cukup menegangkan untukku..

Sekarang pukul setengah sebelas malam, sedikit rasa menyesal karena aku hanya melahap mie gorengku tak kurang dari lima menit…hahaha..lapar…ah, kenapa tadi aku gak beli lagi yah??aku cuma punya satu persediaan mie goreng saja (oh tidak, aku hampir lupa dengan program dietku)..tau kenapa aku jarang beli mie goreng?simple saja…karena mie goreng porsinya sedikit dan lebih mahal daripada indomie kuah rasa soto mie favoriteku…
entah mengapa hasrat menghitungku semakin menjadi setelah aku kembali menyandang gelar “mahasiswa” ditambah lagi dengan status ngekos. Boleh percaya boleh tidak, membeli detergen saja aku sampai menghitung harga dibagi berat bersihnya dan lalu mencari yang mana yang paling menguntungkan dan murah…hahaha..yah hingga bisa membutuhkan waktu hampir sekitar 15 menit hanya untuk menentukan detergen mana yang akan dibeli.

Tersenyum memikirkan diriku yang sedang berjalan diatas roda hidup, dari yang dulu terbiasa menerima gaji hingga jutaan rupiah sampai sekarang yang terbiasa menghemat hingga seratus rupiah…sungguh pada awalnya mengejutkan buatku..tapi, yah perlahan ku akui aku bisa memetik pelajaran dari ini. Aku jadi bisa lebih menghargai uang dan pemberian orang.

Perlahan mengetik dan tak sengaja ku angkat kepalaku yang pegal hingga kudapat melihat tetangga diseberangku..ya ampun..plis dehhh…maaf yah, aku gak sengaja ngeliat dia lagi ganti baju…ih geuleh…wakaka

Kembali kuterhanyut pada ayunan jemariku ditemani lagu do as infinity yang melantunkan lagu soundtrack salah satu film animasi favoriteku..inuyasa..
Jadi teringat, bagaimana yah kabar sepupuku dijepang. Dia hebat, dia perempuan yang kuat, aku salut dengannya, usianya terpaut sekitar 3 tahun lebih muda dariku, dia menerima beasiswa dari salah satu universitas teknik terbaik di indonesia untuk meneliti di Jepang selama setahun. Hebat yah…

Beberapa minggu lalu aku mendapat kabar bahwa dia mengalami sebuah kecelakaan disana, dinegeri orang tanpa sanak saudara. Dia ditabrak lari oleh seorang pemuda yang mabuk. Awalnya sempat shock mendengar kabar itu, apalagi ketika aku tau bahwa kakinya terlindas. Lalu, apa yang membuat aku semakin salut kepadanya..mudah saja…karena dia bisa mengatasi masalah disana sendirian tanpa membuat khawatir keluarganya di indonesia, dengan kata lain, setelah masalah dia beres disana baru dia bilang ke orang tuanya kalau dia ditabrak lari….hehehe…salut, mungkin dia mengambil langkah itu karena ia tidak mau membuat bapak dan ibunya khawatir setengah mati dan menghabiskan biaya yang cukup besar untuk menjenguknya ke jepang. Semoga sukses yah sepupuku tercinta.

Cukup sudah untuk malam ini..aku juga ingin bisa sukses seperti sepupuku…so, mari mulai belajar…mari semangattttt!!!!

Monday, December 7, 2009

Maaf untuk awal hari

Bandung morning…
Seperti biasa, kebiasaan buruk yang kemarin timbul lagi…semalam aku sudah pasang weker mau bangun pukul 2 dini hari..tapi, yah seperti biasa sekujur tubuhku lebih memaksa untuk memejamkan mata dan terlelap, tanganku otomatis bergerak mencari arah bunyi dan mematikannya. Dan lalu, pukul 6 pagi weker biologisku memerintahkan seluruh otot ditubuh untuk bangun.
Pagi ini dingin sekali, dibalik selimut yang sudah lama tak kucuci aku memandang kelangit-langit kamar dan berpikir, aku harus meminta maaf pada beberapa orang yang semalam kusakiti dengan sikap dan kata-kataku.
Hmm…kuraih handphone dan mulai mengetik sms meminta maaf pada orang pertama dan tak lama ia membalasnya..senangnya maafku diterima. Selanjutnya aku menelepon untuk meminta maaf pada orang ke dua yang tak kunjung membalas smsku..dia mengangkat dengan suara terkantuk dan dia memaafkanku juga..senang maafku diterima lagi. Lalu aku menelepon lagi orang ke tiga karena aku pikir kalau sms mungkin tak akan dibalas, sekali..dua kali..tiga kali…akhirnya diangkat juga, dengan suara yang tampak sedikit semangat seperti tak marah, aku meminta maaf..dan senangnya..dia juga memaafkan aku…
Leganya hati ini…

Terkadang sepatah-dua patah kata yang tak sengaja terucap atau sikap yang sedikit acuh bisa saja menyakiti perasaan seseorang, dan kita yang melakukanpun tekadang tidak menyadari kalau hal tersebut menyakitkan, karena mungkin kita berpikir itu adalah hal kecil tanpa berpikir jika hal kecil itu bisa menjadi hal besar buat orang lain.
Meminta maaf terkadang menjadi hal kecil bagi beberapa orang dan mungkin juga bisa menjadi hal memalukan bagi sebagian orang. Tapi, bagiku “maaf” adalah penyeimbang keadaan, penetralisir masalah, dan tak berarti kalah atau salah.

Teringat dulu seorang sahabatku berkata…jadilah pekerja kecil untuk suatu hal yang besar… dan aku ingin selalu melakukan itu.

Oh tidak, tak terasa pagi ini aku ditemani segelas kopi panas mengepul dan kepulan asap lainnya..kuhitung untuk pagi ini…sudah tiga yah... Hmm…sungguh sarapan yang sangat tidak sehat…cukup untuk pagi ini..cukup tiga saja ah…

Kuraih handphone dan mulai mengetik sms kepada orang-orang yang paling berharga didalam hidupku…sekedar bertanya apakah mereka sehat dan bagaimana keadaan dirumah..

Asap pukul 10 malam

Sejenakku terduduk ditengah dinginnya malam kota bandung, kepulan asap lagi-lagi menemaniku dalam sepi. Kutengok mangkuk asbakku, sudah tak terhitung putung rokok didalamnya. Jadi teringat ditanggal yang sama dan di jam yang sama, aku sedang dirundung mabuk asmara dengan seseorang, dan saat itu aku dan dia saling bercengkrama lewat handphone esia kesayanganku. Hhehe..tersenyumku masam sejenak dan lalu menghela nafas.
Memang roda waktu terus berputar ke depan tanpa sedikitpun mengerem, semuapun bisa berubah. Terkadang lucu juga yah jika mengatakan waktu seperti roda, karena yang aku tau roda itu bisa berputar ke depan dan ke belakang..hmm..yah entahlah, mungkin roda untuk waktu adalah roda luar biasa yang hanya bisa berputar ke depan.

Sekarang pukul sepuluh malam, kembali kutengok mangkuk asbakku dan kuhentikan kepulan asap yang daritadi menghiasi udara disekitarku. Satu..dua..tiga…hmm..sebelas yah..ternyata dari kemarin hingga malam ini pukul sepuluh malam diriku telah ditemani oleh asap dari sebelas puntung rokok…
Kalau begitu bagaimana dengan besok malam yah ? sudah berapa banyak yah ?
Tidur dulu ah…

Selamat malam bintang dilangit, selamat malam malaikatku…sebuah kata maaf hanya bisa terucap dari lubuk hati dipukul sepuluh malam…maaf jika aku menjadi mengecewakan…
Selamat malam…

Sunday, December 6, 2009

Monday Morning

Monday Morning

Kebiasaan buruk memang susah yah dihilangkan, seperti waktu-waktu biasanya, semalam sebelum aku tidur, aku memasang weker pukul 2 pagi dengan tujuan aku akan bangun dan belajar. Tapi apa, aku terbangun pukul 6 pagi. Memang dasar, kalau sudah mengantuk apapun kalah. Hhh..seandainya ada orang yang bisa membangunkan aku saat itu. Jadi setidaknya aku bisa terbangun dan punya banyak waktu untuk mengulang kembali bahan ujian aku.

Hari ini akhirnya dimulai juga, ujian pertamaku adalah peribahasa cina. Nanti ujianku akan dimulai jam 10 pagi ini. Apa aku sudah siap? Pertanyaan yang aneh. Antara siap dan tidak. Tapi entah mengapa aku merasa sangat santai, atau pasrah yah.
Kuliah ini satu-satunya kuliah yang sangat aku sukai, dan aku sangat berharap bisa dapat A diujian kali ini. Yah mudah-mudahan yah…nilai ujian tengah semester harus bisa kupertahankan.

Bahan ujiannya cukup berat, jika diujian tengah semester hanya 60 peribahasa saja yang harus dihafal, sekarang 100 peribahasa cina baru harus hafal dari mulai cara menulisnya hingga artinya. Hebat juga, berarti total peribahasa yang aku kuasai ada sekitar 160. Hmm…belum pernah aku di kuliahku yang dulu harus menghafal sebanyak ini, Lalu, apakah aku sudah menghafal ke 100nya untuk ujianku hari ini ? hmm, aku tak mau sombong, untuk semua itu aku sudah paham satu persatu artinya. Yah bisa dibilang hafal mati mengerti hehehe…mudah-mudahan kepercayaan diriku yang mulai timbul ini bisa mendukungku diujian nanti..yah doakan saja yah. Karena yah seperti biasa, pemikiran yang pesimis tentang hidup akan membawaku ke sebuah keadaan grogi luar biasa hingga tak ada kepercayaan diri dan itu akan mengakibatkan aku melupakan semuanya. Mari kita lihat hari ini, apa kepercayaan diriku yang menolong atau hanya sekedar dewa keberuntungan yang lewat lalu menolongku.

Oya, jika dipikir-pikir, hampir lebih dari 80% dari waktu dihidupku sekarang adalah aku menulis tulisan cina, aku sudah sangat jarang menggerakan tanganku untuk menulis latin. Hmm…wah tulisan latinku akan semakin jelek saja yah.

keadilan itu abstrak

Keadilan, apa sih artinya?
Bagiku hanya sebuah keabstrakan, karena tidak ada didunia ini yang benar-benar adil. Apalagi keadilan yang dibuat manusia. Jika seseorang menuntut keadilan pada dirinya, maka keadilan itu belum tentu adil untuk orang lain.

Seperti halnya sebuah berita miris yang beberapa minggu lalu aku lihat di tv.

Seorang nenek miskin ditahan 3 bulan hanya karena ia mencuri tiga buah cocoa. Si penuntut meminta keadilan dinegeri ini untuk menghukum si nenek pencuri. Ironisnya, pengadilan bisa memberikan itu. yah, disini uang berbicara, bisa saja si penuntut membayar mahal berkali lipat dari harga 3 buah cocoa kepada pengadilan agar bisa menarik si nenek kemeja hijau. Lalu apakah negara bisa memberi keadilan pada si nenek atas hidupnya yang miskin ? pantaskah jika kita pertanyakan mana janji sang wakil-wakil rakyat kita untuk menyejahterakan rakyat??
Sudah jadi rahasia umum juga bukan kalau orang dengan kekuatan uangnya bisa membungkam keadilan. Lihatlah tak banyak koruptor yang tetap menggeliat bebas bagai ular, Apa kita bisa meminta keadilan atas mereka itu?
Tidak.
Karenanya keadilan itu abstrak. Keadilan itu sesungguhnya memihak pada sebuah kepentingan sesuatu.

Jika diriku meminta keadilan, mungkin itu sebuah naluri manusia pada egonya yang merasa kurang.

Bagaimana bijak itu?

Bagaimana bijak itu?

Bagiku adalah memutuskan sesuatu dengan memikirkan segala resikonya dan lalu mengambil keputusan dengan resiko terkecil. Bahkan terkadang membuat keputusan bijak dengan mengorbankan diri sendiri .

Aku hidup dengan mencoba selalu bisa bijaksana dalam mengambil sikap ataupun menentukan sebuah keputusan, tak jarang jalan yang aku ambilpun mengorbankan perasaan diri sendiri.

Terkadang jika aku menengok kebelakang dan lalu melihat kisah-kisahku satu persatu, aku suka tertawa sendiri, tak pernah henti aku mencoba untuk bijak meski aku tau tak sedikit juga dari kisahku yang melukiskan diriku yang tak bijak.

Lihatlah salah satu kisahku dulu…

kisah tragis yang terjadi pada tanggal 23 September 2007

aku sangat tidak bijak dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, sangat tidak bijak mengambil sikap ditengah himpitan tekanan yang seperti membuat kepalaku meledak. Aku tidak berpikir panjang atas apa yang akan terjadi pada diriku dan keluargaku serta orang-orang sekitarku pada keputusan paling bodoh sepanjang hidupku. Keputusan yang hampir menelan nyawaku.

Tapi….

sungguh aku hingga saat inipun tidak menyesal pernah mengambil keputusan bodoh itu. Lihatlah sekarang, lihatlah hidupku.. aku belajar dari kebodohanku, dan bukan hanya aku saja yang belajar dari keputusan bodoh itu, keluargaku, dan orang sekitarku, mereka ikut belajar. Sungguh tak dipungkiri, keputusan bodohku itu telah membawa aku dan mereka naik satu level dalam tingkat masalah hidup.

Jadi…bijak itu seperti apa yah? Hasil dari keputusan yang diambil atau proses ketika ingin mengambil keputusan itu?keputusan bodoh yang tak diambil dengan bijaksana saja bisa menghasilkan sebuah kebijaksanaan baru untuk diri sendiri dan orang lain.

Aku manusia biasa,,,dengan hati yang tak tersentuh tapi aku bukan biksu. Aku hanya ingin mencoba terus belajar memahami hidup yang berliku.

Masa lalu

Masa lalu…masa lalu merupakan bagian dari hidup. Setiap orang pasti punya masa lalu. Ada yang pahit ada yang manis, tak bisa dihapus karena bukan terukir dari pensil tapi terpahat rapih di sebuah jalan hidup. Tak dapat dipungkiri, seseorang pasti terbentuk dari masa lalu. Hingga terkadang perumusan hidup manusia itu adalah masa lalu ditambah masa sekarang sama dengan masa depan.


Masa lalu…datang lalu pergi, tapi bisa saja datang kembali setelah itu pergi. Namun tak berarti keadaan masih tetap sama. Bisa jadi lebih mudah atau semakin rumit.

Jika seseorang dari masa lalu datang pada masa sekarang, maka belum tentu orang tersebut adalah orang yang sama pada masa lalu yang pernah ditemui.

Terkadang orang menyikapi masa lalunya yang sakit dengan amarah, dendam atau bahkan membuang jauh-jauh lalu berlagak apatis bahwa masa lalunya itu tak pernah ada, padahal bisa saja yang menyakitkan itu berjasa pada masa depan kita.


Pernah ada seorang teman bercerita padaku. Ia memiliki dua orang dari masa lalunya, keduanya memberi madu dan racun pada kisah cintanya. Namun, akhirnya dia membuang salah satu masa lalunya , menguburnya dalam-dalam, benar-benar tak ingin sedikitpun menoleh kepadanya dan mempertahankan yang lainnya, karena dia beranggapan bahwa masa lalu ada yang harus disimpan dan ada yang harus dibuang.


Aku bingung…bukankah dia menjadi lebih kuat karena apa yang telah dia buang itu.

Ini tentang bagaimana, dan dari sisi mana kita menilai masa lalu itu.

Manusia yang tidak sempurna

Manusia itu punya perasaan dan akal, namun terkadang ada beberapa diantara mereka yang memakai hanya perasaan saja atau akalnya saja untuk memecahkan sebuah permasalahan.

Namun apakah aku sombong jika ingin menjadi manusia yang menjalankan perasaan dan akal dengan seimbang. Memang juga tak dipungkiri aku manusia biasa yang memiliki ego sangat jauh dari kesempurnaan. Ketika hati jatuh tersakiti maka akan ada dendam sebelum maaf.

Entah rasanya seperti munafik jika aku bilang aku tidak sakit atau aku bisa memaafkan semua tanpa bekas. Aku bukan tuhan, tapi aku ingin mencontoh Tuhan yang maha pemaaf.

Jatuh lalu bangun menerjang perih yang kurasa, mendengar sebuah hal yang tak kuharapkan dan mencoba menjalani realita yang tak sesuai dengan keinginan hati, lalu terus mengesampingkan keinginan diri sendiri.
Aku tahu ketika ego manusiaku timbul, aku merasa ingin memberontak dan merebut semua apa yang ingin kumiliki tanpa aku memikirkan bagaimana nanti, dan bagaimana dengan orang-orang disekitarku.

Entah ironis, bodoh, atau sok. Aku mencoba merangkul setiap sainganku, aku mencoba untuk tak menusuk musuhku, aku mencoba tetap memeluk setiap orang yang telah menyakiti hatiku.
Entah juga apa rencana tuhan, mengapa aku tidak bisa menjadi yang tidak seperti ini. Hanya sebuah pengharapan kecil untuk jalanku, semoga sakitku hanya akan menjadikanku lebih kuat tetapi tak menjadikanku terus melemah.

My room 6th dec

Hujan turun sangat deras siang ini,

aku yang berada ditengah keremangan cahaya lampu, kebulan asap rokok, dan wewangian tajam dari kopi panas yang hitam pekat, memandangi tumpukan kertas bahan ujianku besok dan lalu sejenak terdiam berpikir..

alunan musik 12 girls band menuntunku pada sebuah mimpi yang dulu pernah ada, namun sayang mimpi itu tak terwujud. Aku tersenyum asam sambil menengadahkan kepala dan lalu mengebulkan kembali asap putih si rokok, sungguh aku tak mengerti rahasia hidupku. Sungguh semua yang terencana seperti hilang ditelan bumi dan lalu datang begitu saja rencana baru lengkap dengan segala perhiasannya yang tak pernah aku minta untuk ada, bahkan tak pernah terbesit dalam khayalku bahwa itu akan ada.

Teringat kemarin seorang teman berkata padaku tentang keinginannya dihargai, saat itupun aku berpikir, pernahkah dia menghargai seseorang, mengapa manusia selalu ingin menuntut apa yang diingini tanpa dia melihat apa yang telah dia berikan.

The new beginning

Akhirnya setelah sangat lama aku tidak menulis dengan tenang, aku bisa perlahan juga menarikan jemariku diatas notebook mungil ini.
Ini bulan ke lima ku ada di Bandung, berbagai macam hal telah terlewati, dari mulai tawa, canda, cinta, airmata, luka hingga darah.

Besok aku akan mengawali hari-hari penentuan semester pertamaku. Entah apa rasa percaya diriku yang sempat menghilang karena peristiwa tiga bulan lalu itu akan kunjung kembali, ataukah aku akan menggantungkan semua pada dewa keberuntungan yang mungkin saja menghampiriku.

Tiga bulan sudah, sejak saat itu, sejak aku terjatuh dan lalu terpuruk pada kesedihan mendalam. Tiga bulan sudah, perlahan aku kehilangan diriku. Namun, sekarang perlahanpun aku bangkit karena menemukan beberapa jawaban yang dulu aku pertanyakan. Perlahanpun aku terbangun tanpa menghiraukan uluran tangan siapapun. Perlahanpun aku bisa ikhlas menelan pil pahit yang membuatku menjadi lebih kuat dan dingin tapi, menjadi lebih dewasa dalam menyikapi masalah (semoga). Perlahan aku merangkak dengan tanganku sendiri.

Entah, entah apa yang Tuhan rencanakan lagi padaku. Dalam dua bulan keadaanpun berbalik, kebenaran terungkap. Sekarang apa aku harus membuang yang lama atau tetap menyimpannya. Entah, atau aku akan menjalaninya seperti air yang mengalir.
Ku kan awali lagi sebuah hidup baru dengan hiasan lama pada jalan hidupku yang berwarna, dengan diri yang baru. Dengan diri yang lama tak mengepakkan sayap, dan mulai belajar terbang.

Lihatlah aku yang baru, lihatlah jemariku berdansa diantara huruf-huruf ini, lihatlah pikiranku terbang melayang melewati batas awan dan berdiri ditengah antara garis khayal dan logika.
Aku dengan hati yang tak tersentuh, sebuah awal cerita baru dengan perhiasaan lama yang baru dibersihkan dari kotak pandoraku serta aksesoris baru yang tak terharapkan ada.