Tuesday, January 12, 2010

Bocah hitam lugu dan rumah barunya

Jakarta, 12 Januari 2010 10.40 PM

ah..akhirnya aku dirumah juga...baru beberapa jam saja aku meninggalkan kota kembang itu, sudah ada rasa rindu yang menggebu dihati pada apa yang kutinggalkan disana...

-----------

Seorang bocah kecil lugu berkulit hitam masih remaja berpetualang di dalam pulau besar yang penuh rumah, tak kenal lelah, sengatan matahari atau dinginnya air hujan ia lalui dengan senyum, hari demi hari terlewati dengan ribuan warna..terus melenggangkan kaki untuk mencari pelabuhan rumah singgah hatinya.

Pada perjalanan yang ditempuh, ia bertemu banyak rumah singgah penggoda yang melambai seakan memanggil dirinya untuk mampir. Dari rumah yang bergaya imut dengan tatanan sentuhan wanita disana-sini dan banyak pengunjungnya sampai sebuah rumah yang lebih mirip istana yang dapat menyuguhkan semua barang yang ia minta.
Dari perjalanan itu, ketika menjumpai sebuah rumah terkadang ia hanya berdiri di pekarangannya saja untuk menikmati sesaat pemandangan kebun yang ada atau model rumahnya, terkadang ia tak sedikitpun menghentikan langkah hanya untuk menengok cat rumah tersebut...tak jarang juga ia tersandung dan tak sengaja jatuh pada sebuah pekarangan rumah yang memaksa dirinya untuk singgah atau duduk diterasnya meski untuk sesaat...lalu pernah juga ia memasuki sebuah rumah dan disambut baik oleh sang empunya...namun...itu tak bertahan lama...

hingga suatu saat...

Suatu malam ditengah hiruk pikuk keramaian pulau tak sengaja ia menjumpai sebuah rumah...rumah sederhana, pekarangannya seperti lama tak terawat, cat tembok mengelupas dan beberapa gentingnya pecah...pot-pot bunganya seperti sengaja dipecahkan oleh seseorang dan dibiarkan berantakan dilantai terasnya...
bocah ini dari langkahnya yang girang terhenti sesaat melihat pemandangan mengerikan dari sebuah rumah yang belum pernah ia temui. Keraguan melanda pikiriannya saat itu, tetapi entah hati kecilnya menahan kedua kaki untuk beranjak.

ah...tak ada salahnya ku tengok....lagipula rumah ini sebenarnya indah....pikir bocah itu...
ia pun perlahan membuka pagar reot si rumah.. dan melangkah pelan memasuki...

dua langkah berjalan...telapaknya sudah terluka akan kerikil tajam yang bertebaran direrumputan..ia tersontak kaget tapi tak pergi dari situ, ia hanya mengusap sesaat telapaknya yang lecet....lalu membersihkan kerikil-kerikil tajam itu dari rerumputan

tiga langkah berjalan lagi...betisnya tergores ranting-ranting tajam yang juga menumpuk-numpuk di pekarangan itu...ia sedikit meringis tapi tak membuat ia melangkah mundur, ia hanya mengusap sesaat kulit betis yang tesayat...lalu menyingkirkan ranting-ranting tajam itu dari pekarangan

empat langkah berjalan lagi hampir mencapai tangga teras...tangannya terluka menangkis pecahan genting yang terbang tertiup angin dari atap rumah...ia menangis darahnya kali ini tak sedikit tapi tetap tak membuat jera, ia merunduk menguatkan hati dan membalut tangannya...lalu membuang pecahan genting itu dari tangga teras

lima langkah menaiki tangga...."braaaakkk" kakinya terpelosok pada lantai kayu tangga yang rapuh hingga celananya robek...ia berteriak kesal protes pada si rumah yang tak berpemilik "wahai rumah, sesulit inikah ku mencapai dirimu, mengapa seperti tak sedikitpun izin darimu untukku mendekat"...ia bangkit bukan untuk pergi malah mengeluarkan perkakas miliknya dan memperbaiki lantai kayu yang rapuh tadi...rumah itu hanya diam seribu bahasa..

Langkah ke enam..ke tujuh menuntun pada teras...perasaan sedikit kesal bercampur rasa sabar ia menghentikan langkahnya pada keset di depan pintu rumah...disitu ada secakrik kertas yang mengisahkan bagaimana rumah ini dulunya ditinggali lalu dicampakan lalu ditemukan kembali dan dicampakkan kembali...dan terus seperti itu...hingga si rumah menolak siapapun untuk memilikinya.

Sesaat setelah membaca secakrik kertas itu...Buih air mata tanpa sengaja menetes dipipinya...hatinya menangis terdengar pilu..."aku butuh tempat singgah"...dengan emosi dia mencoba membuka pintu rumah...tapi terkunci rapat...ia pun berlari mengitari rumah berharap menemukan celah untuk masuk..namun, yang ia temukan hanyalah tembok-tembok kayu yang menutup rapat sampai jendela yang disegel oleh papan kayu...

Hampir seharian ia mencoba mencari celah untuk masuk, mencoba membongkar segel jendela...tapi tak berhasil...ia pun terjongkok kelelahan di depan pintu rumah...

Tapi...ia tak pergi..ia hanya beristirahat sejenak....

Kemudian...bocah hitam nan lugu itu memutuskan untuk perlahan membersihkan dan memperbaiki semua pekarangan rumah meski ia tak diizinkan masuk ke dalam rumah walau hanya sekedar untuk berteduh dari hujan badai sekalipun..

Hari ke hari, bulan ke bulan, dari musim hujan ke musim panas...sambil sesekali berteriak protes pada si rumah yang sedikitpun tak mengindahkan dirinya...jatuh bangun ia berusaha..pekarangan yang tadinya penuh semak belukar dihiasi kerikil tajam dan ranting berserakan, genting-genting yang pecah, lantai kayu yang rapuh dan pintu pagar yang reot...perlahan menjadi rapih, segar, enak dipandang, tersinari matahari dan dipenuhi tunas-tunas bunga dari pot-pot baru..Tak ada lagi kerikil tajam, ranting pohon, pintu reot, pecahan genting dan lantai kayu yang rapuh...

Si rumah suram tanpak dingin tak mengedipkan mata memandangi bocah hitam lugu ini yang terus berusaha memperbaiki setiap kerusakan pada pekarangan rumah, pelan-pelan ia menarik senyum begitu mendengar si bocah bersenandung sambil mengecat tembok luar rumah kemudian senyum itupun melebar ketika si rumah menikmati tarian riang sambil menyapu ala si bocah lugu...ya..perlahan si rumah pun melihat si bocah menikmati semua...si bocah dengan ketulusan...karenanya...
suatu hari...
pintu pun perlahan membuka kuncinya...dan sedikit demi sedikit rumah memancarkan kehangatan dari dalam...lalu dengan lembut memanggil si bocah hitam lugu untuk masuk....

silahkan masuk..selamat datang ke rumahku...singgahlah disini...aku akan menghangatkan dirimu...
bahagia si bocah hitam lugu mendapat izin untuk singgah...hati kecilnya lalu bertekad untuk tidak melakukan hal bodoh seperti yang pernah dilakukan si pemilik-pemilik rumah sebelumnya..

Selamat datang dirumahku... (^_^)

1 comment:

  1. bocah hitam lugu masih betah tinggal di rumah hati sampai detik ini (^_^)

    ReplyDelete