Friday, August 19, 2011

Titik Nol

ini sudah beberapa bulan dari aku di kukuhkan mendapat gelas S.S. ku
tapi dengan berbagai macam alasan...aku tetap berada di kota ini..
mencoba terus mencari peruntungan kerja di kota ini...meski sebagian besar dari mereka para ahli yang menginterview aku berkata tersirat
"Tempat yang cocok buat kamu sebenarnya bukan di kota ini, cobalah melamar dari koran Kompas, lamarlah perusahaan-perusahaan besar disana...kamu lebih cocok disana...bukan disini"
atau bahkan
"kamu typical orang Cermat Detail yang hanya ada 15% di dunia ini, kamu akan bisa lebih berkembang di perusahaan besar, sepertinya disini km akan kurang bisa berkembang"

cukup...
aku sudah tau dari sejak aku mendapatkan gelar itu...bahkan sebelumnya...
bukannya menyombong
tapi aku tau kemampuanku...aku bisa berkembang..jauh..dan jauhhh lebih hebat dari aku yang sekarang...

tapi entah mengapa...
semua itu seperti bom waktu yang belum menemukan kuncinya...
buktinya...
sampai detik ini aku masih bertahan di kota ini sembari berpikir dan menanti titik nol
titik dimana aku tau apa yang harus aku lakukan dengan berbagai pertimbangan yang cermat dan detail...

kunci ini akan dihasilkan dari pertimbangan akan hati dan logika...jika selaras maka kunci yang dihasilkan akan seimbang, jika logika dikesampingkan maka kuncinya sudah pasti berdasarkan keputusan emosi belaka dan sangat memungkinkan seorang aku dapat kehilangan segalanya dan mungkin bisa kehilangan keluarga aku, jika hati dikesampingkan maka kuncinya sudah pasti berdasarkan keputusan logika dan tanpa hati dan sangat memungkinkan seorang aku akan menjadi orang tanpa hati bertangan dingin...dan aku tak ingin menjadi seseorang seperti itu...

saat ini..detik ini...aku masih menunggu kunci untuk titik nol ku...kunci yang seimbang atau kunci yang disiapkan Tuhan untukku..

meski aku akui...terkadang aku lelah menjadi seperti ini...sangat lelah...

No comments:

Post a Comment