Wednesday, November 23, 2011

Jauh dari Tuhan

Roda hidup memang tak henti berputar
ketika seseorang pernah berada di titik nol...maka ia pun bisa naik hingga puncak dan kembali ke titik nol...
ya seperti itu lah hidup...

masih jelas diingatanku yang berbekas hingga ke hati
saat masih duduk di sekolah menengah pertama
kondisi rumah yang sangat tidak kondusif
ya, aku tumbuh di kelilingi teriakan sampai piring terbang
atau bahkan ringisan sakit yang disertai bunyi hentak pukulan

saat itu sangat kelam....
aku terlalu dini untuk mengetahui kebenaran, semua seperti mengoyak batinku
masih jelas diingatan dan berbekas hingga ke hati,,,,
untuk makan sesuap nasi pun sangat susah...bahkan seperti harus mengemis pada nenek
atau bahkan harus memaksa perut kosong menahan lapar...
ya....ketika itu serupiah sangat berharga, tak akan kubiarkan sekepingpun tercecer di jalan...
ingin rasanya pergi jauh mengelana mencari penghidupan sendiri...tapi tak bisa...
ku tak tega meninggalkan isakan adikku...rintihan ibuku...
kelam...lugu...sakit....

aku pun berdoa pada Tuhan....menangis...aku ingin bahagia seperti anak kecil lainnya...aku haus perhatian..aku haus kasih sayang....aku rapuh..

Perlahan jalan hidup membawaku pada suatu masa indah tapi palsu....ini bukan hidup putih atau hitam...
ini hidup abu-abu....bukan abu-abu yang bersih...tapi kertas hitam yang sengaja di timpa cat putih yang tak putih....

Tuhan...cobaan apa lagi untuk diriku ?
aku menyembunyikan hitam dengan putih....putih yang palsu
siapa yang harus disalahkan?

sampai pada tahap....
aku coba berdiri mandiri....aku coba jalani hidup yang terpilih ini...
aku coba tetap bersimpuh pada Tuhanku...
sambil tetap bersyukur atas hikmah yang kudapatkan

saat itu.....setidaknya aku bisa menafkahi diri sendiri....
mungkin aku sempat khilaf...aku terlalu terlena pada hidup abu ku....
aku lupa padaNya

lalu roda berputar lagi untukku...
saat ini...aku kembali pada titik itu...
aku tak ingin membuat mereka menitikan air mata untukku...
ini pilihan yang harus kutelan meski pahit...
mencari sesuap nasi seolah mencari oasis ditengah gurun pasir...
terlalu banyak harapan kosong...
ah...aku sangat benci harapan kosong...aku jadi penuh dengki..penuh amarah...
mengolok Tuhan tak adil padaku...

aku pun sejenak berpikir dengan hati....betapa Tuhan tega..aku tak diterima Tuhan
ah...biarlah aku pasti bisa...aku bahagia..aku bisa tersenyum....
tapi.....
Hati ini terlalu berat dengan batu amarah terlalu sumpek dengan nafas dengki....ada apa ini?

pagi ini pun ku temukan jawabannya pada sebuah pesan
"Sesungguhnya seorang yang satu hari ia tidak membaca Al-Quran, sungguh hatinya seperti rumah kosong"

Ya.... ini jawabannya...mungkin ku terlalu buta

Aku dalam cobaanNya...aku marah merasa tak terima dengan kerasnnya hidup...
aku berusaha bertahan hidup...
tapi...ku akui..aku terlalu terlena dengan dunia..hingga lupa denganNya....
mungkin karena itu...penciptaku menganggapku mahluk kecil yang sombong

ku ambil buku itu...buku yang dikukuhkan jadi petunjuk hidup manusia....
ku mulai membaca...air mata pun deras mengalir
aku rindu Tuhanku....

entah...
apa Tuhanku masih mau menerima aku dengan hidup hitam abuku ini ?

Manusia....
ketika pagi berkaki empat
saat siang berkaki dua
sore menjelang malam berkaki tiga
lalu malam menjadi debu

No comments:

Post a Comment