Indonesia tanah air beta…
Aku..satu dari sekian banyak orang yang benar cinta Indonesia
meski ku tidur beralas tanah, berlangit bintang
meski ku mengais butir nasi dalam lumpur
meski ku buang waktu meringis selama 12 tahun
tapi tetap ku berdiri di belakang garis kuning tempat merah putih ku…
Aku…satu juga dari yang benar cinta Indonesia
meski lambaian ringgit menggoda
meski emas negri sebrang dapat melepas dahaga
meski rumahku tak berganti dari dinding kayu…
tapi tetap..aku bangga menyematkan sebuah bendera merah putih kecil pada pintu rumah
Aku..dan kami…tak kalah benar cinta Indonesia
meski harus mengarungi sungai dan berjalan kaki berjam-jam
meski harus duduk pada kursi reyot dalam bangunan yang hampir runtuh
meski ku mengenakan baju bau, lusuh yang tak berkancing
tapi tetap…tiap senin aku dan kami menghormat pada sang saka merah putih
Indonesia tanah air beta…pusaka abadi nan jaya…
Saya…saya mengaku cinta Indonesia
Cukup saja kumis tebal ini memberi senyum
Merekapun langsung bersorak pada senyumku
Cukup saja kupakai satu dari sekian waktu yang ada
Merekapun tak berkutik akan baju kharismaku
cukup saja, asalkan…satu dari indonesia bisa saya dapatkan
Saya…saya juga mengaku sangat cinta Indonesia
Cukup saja lidah bertutur pada pidato
Merekapun tertunduk layak boneka
Cukup saja ku sebar beras dan gula di depan kamera
Merekapun ikut bertepuk tangan bangga
cukup saja, asalkan…untuk Indonesia saya..dia berhasil saya singkirkan
Saya…dan kami..juga mengaku tak kalah cinta Indonesia
Cukup saja berlakon srimulat sesuai skrip
Merekapun dapat juga di gerakan untuk berlakon
Cukup saja berlidah kebas untuk menjilat waktu
Merekapun tak tahu balik modal adalah harga mati
cukup saja, asalkan…saya dan kami aman terlindung di kursi
Ini sedikit gambaran antara aku dan saya,
pemisah antara "benar" dan "mengaku"
disaat keduanya berada pada satu atap yang sama
Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya….Indonesia sejak dulu kala tetap di puja-puja bangsa……
No comments:
Post a Comment