aduh...mengaduh luka
sakit sekali...
entah sudah beratus liter air mata keluar
perutku seakan mual dengan tumpukan luka
ingin ku muntahkan semua tapi tak sanggup
datang dia...
orang pertama yang memberi rasa
yang lalu merasa bersalah akan luka
berkali mencoba merebut rumah hati
tapi berkali ku tolak mentah-mentah
kali ini dia hanya bisa ikut meratapi pilu
aku menangis keras bukan untuk hatinya
tapi untuk hati lain yang pergi
aku jadi sangat rapuh..
ku tahu dia dengan berat hati
ku tahu dia dengan penuh sesal
menampar kedua pipi dan lalu berkata lugas
"kau yang ku kenal tidak akan selemah ini dalam cinta"
isakanku terhenti sesaat memandang mata dia yang berkaca
pelukan hangat langsung menghampiriku dengan bisikan suara bergetar
"jika kau sangat mencintainya maka rebutkah dia dari orang yang merebutnya dari peluk mu..
berjuanglah untuk cinta kamu..karena ku tahu aku tidak mungkin lagi mendapatkan hatimu.. aku sangat menyesal untuk itu..."
aku hanya terdiam sambil sedikit terisak..
saat itu aku tersadar akan suatu hal yang menganggu logika
lanjutnya berbisik "atau cari cinta lain, aku yakin diluar sana akan ada cinta yang jauh lebih baik dan aku yakin suatu hari dia akan menyesal melepasmu seperti sesalku kemudian...aku marah padanya yang menyakitimu..dia sangat tak pantas untuk mu"
ku lepas pelukannya..ku pandangi matanya yang mulai meneteskan air mata
dan otakpun mulai berbicara dengan seribu pertimbangan
antara cinta, kasih sayang, nafsu dan keikhlasan...
No comments:
Post a Comment