Jakarta, 20 December 2.48 PM
Masih dikamar tercinta, sore hari ditemani oleh alunan gitar listrik musik soul yang daritadi dimainkan oleh om ku diruang tamu.
Hari ini cukup melelahkan, pagi-pagi sudah duduk mengantri giliran sanggul dan make up untuk kawinan salah satu saudaraku. Mas koko.
Hampir 7 tahun lamanya aku tidak bertemu dengan keluarga besar ini. Banyak sekali yang berubah, dulu yang kukenal masih anak SD, sekarang tau-tau sudah SMP aja. Yang tadinya kurus sekarang jadi gemuk...termasuk aku salah satunya. Banyak dari mereka yang pangling melihat aku. Bagaimana tidak, terakhir mereka bertemu aku, aku adalah siswi kelas 2 SMA. Dari sekian kekagetan mereka yang melihat perubahanku, ada satu reaksi yang mengganjal telingaku...ya..ketika salah satu dari mereka berkata "ya ampun...dikirain siapa amoy-amoy duduk disini". Saat itu, aku hanya bisa tersenyum atau tertawa kecil saja mendengar reaksi-reaksi dari mereka. oya...tak lupa salah satu dari merekapun bertanya dengan gamblang.... "kapan kamu nyusul mas koko"....dan aku hanya menjawab "may.....maybe yes..maybe no" dan langsung disambut dengan gelak tawa orang disekitarku.
ngomong-ngomong tentang dibilang mirip "amoy" aku jadi sempat berpikir...apa sebegitu besar pengaruh bahasa cina yang aku pelajari???hingga mungkin perlahan rupakupun menjadi mirip orang cina....(plis deh)
Aku duduk sabar menanti giliranku...aku lihat diruangan ini saudara-saudaraku bolak-balik repot dengan seragam kebayanya, ada yang teriak minta dipakein kain lah..ada yang protes blangkonnya gak cukuplah, ada yang memamerkan kebaya yang modelnya uniklah, ada yang menutup mata sambil di make up...macem-macem. Sejenak aku merasa ada yang kurang...ya...ini beda dengan kawinan saudara aku yang lainnya di 7 tahun lalu. Tidak ada ibu-ibu cerewet yang selalu memegang teguh adat jawa yang sangat rapih untuk berpakaian kebaya dan beskap. Cerewetnya dia terkadang membuat beberapa sepupuku menggerutu kecil, atau merasa sesak dengan kemben yang mereka gunakan...saat itu menyenangkan..Aku kangen dia...
Dia, adalah seorang wanita yang membuka usaha tata rias pengantin, hasil make up dan sanggulnya...bagus banget..dia orang yang ramah tapi cerewet kalau urusan pesta pernikahan. Namun sayang, 4 tahun yang lalu dia telah dipanggil yang maha kuasa....
sekarang ini, anak perempuan satu-satunya yang awalnya menolak mentah-mentah melanjutkan usaha ibunya itu, kembali membangun usaha tata rias pengantin yang telah didirikan sang ibu bertahun lamanya.
Hari ini dikawinan mas koko..kembali aku bertemu dengan saudara-saudaraku yang kian menua...begitu juga aku...hehehe..
Dengan kebaya coklat dan make up serta sanggul yang membuat aku terlihat seperti ibu-ibu, aku berdiri memandangi mas koko dengan pasangannya dipelaminan, mereka berdua bak lukisan panggeran dan putri..sejenak membuat hal ini membuatku terpikir ingin menikah...hehehehe...
No comments:
Post a Comment