Keadilan, apa sih artinya?
Bagiku hanya sebuah keabstrakan, karena tidak ada didunia ini yang benar-benar adil. Apalagi keadilan yang dibuat manusia. Jika seseorang menuntut keadilan pada dirinya, maka keadilan itu belum tentu adil untuk orang lain.
Seperti halnya sebuah berita miris yang beberapa minggu lalu aku lihat di tv.
Seorang nenek miskin ditahan 3 bulan hanya karena ia mencuri tiga buah cocoa. Si penuntut meminta keadilan dinegeri ini untuk menghukum si nenek pencuri. Ironisnya, pengadilan bisa memberikan itu. yah, disini uang berbicara, bisa saja si penuntut membayar mahal berkali lipat dari harga 3 buah cocoa kepada pengadilan agar bisa menarik si nenek kemeja hijau. Lalu apakah negara bisa memberi keadilan pada si nenek atas hidupnya yang miskin ? pantaskah jika kita pertanyakan mana janji sang wakil-wakil rakyat kita untuk menyejahterakan rakyat??
Sudah jadi rahasia umum juga bukan kalau orang dengan kekuatan uangnya bisa membungkam keadilan. Lihatlah tak banyak koruptor yang tetap menggeliat bebas bagai ular, Apa kita bisa meminta keadilan atas mereka itu?
Tidak.
Karenanya keadilan itu abstrak. Keadilan itu sesungguhnya memihak pada sebuah kepentingan sesuatu.
Jika diriku meminta keadilan, mungkin itu sebuah naluri manusia pada egonya yang merasa kurang.
No comments:
Post a Comment