Sunday, December 20, 2009

Terjatuh...

Jakarta, 20 December 2009 a hour before my trip to bandung

Kembali di dalam kamar ini, ditemani alunan musik dari vierra-seandainya. Aku yang masih terduduk dikamar kembali sejenak memanjakan jemariku untuk menari di atas notebook mungil ini.

Anganku terbang melukiskan sebuah cerita singkat tentang seekor burung kecil.

Suatu hari, aku berlari ditengah hutan, kencang tergesa-gesa, penuh semangat hingga tak sedikit luka goresan menghiasi kaki dan tanganku, tapi aku terus tersenyum akan itu.
Terus ku berlari tanpa arah, sesekali ku menengok kebelakang tapi sambil tetap ku tak hiraukan apapun yang mengganggu. Saat itu, aku hanya merasa, aku kuat, dan aku bisa...tapi..
Entah mengapa, mungkin karena kesombonganku, Tuhan mentakdirkan aku untuk terjatuh.
bukan..aku bukan jatuh tersandung akar pohon yang menjulang dari tanah...aku bukan juga jatuh karena sebuah batu yang menghalangi jalanku...aku juga bukan terjatuh karena kaget akan binatang liar....tapi aku terjatuh pada sebuah lubang sumur yang dalam.

Saat itu..diriku yang terluka hanya bisa duduk terdiam..siang dan malam ku lewati hanya dengan menatap lubang diatasku. Sesekali matahari menyinari...tapi lebih sering awan mendung yang menghiasi pandanganku. Tak jarang juga hujan membahasi seluruh tubuhku.
Berkali mencoba menahan sakit yang ada, mencoba memanjat dinding sumur ...tapi, aku selalu terjatuh, hingga tanganku bukan lagi penuh goresan akibat ranting tapi penuh luka lecet yang dalam akibat bebatuan kecil yang tajam.
Aku terus menghela nafas dengan perasaan penuh kepesimisan. hidupku tak lagi bebas, hidupku tak lagi ada semangat...aku hanya menatap lubang diatasku dan lalu semu menatap dinding-dinding sumur...

Tiba-tiba....aku tersentak kaget..ada seekor burung kecil yang ikut terjatuh ke dalam sumur ini. Ia terjatuh tak jauh dari tempat ku duduk. Perlahan ku dekati burung mungil itu, oh tidak..ia juga terluka...sayap sebelah kanannya sedikit terluka...pelan-pelan ku ambil dia, dia tertidur manis di atas kedua telapak tanganku. Dia melihatku dengan tatapan penuh kesakitan seolah dia tak ingin lagi hidup dengan luka yang ada...aku berbisik padanya "burung kecil, kamu akan baik-baik saja, aku akan merawatmu disini, kamu tidak akan kesepian, aku akan menjagamu..." sejenak setelah ku berbisik padanya...si burung kecil itu mengeluarkan siulan merdu seolah berkata terima kasih.

Kemudian....
hari-hari ku lalui dengannya...aku mengobati burung kecil itu dengan air liurku sendiri, keringatku sendiri. Ku terus menghangatkan dia saat dia tertidur. Ku terus memberinya makan dengan cacing yang aku gali oleh tanganku yang penuh luka. Bahkan, ku tak pernah lupa memberinya kecupan selamat tidur.
Saat itu...tanpa kusadari semangatkupun timbul kembali...dan burung kecilkupun mulai pulih...aku senang..aku bahagia hidup dengan burung kecil ini...aku selalu bersyukur dalam hati karena Tuhan memberiku cahaya pada masaku yang kelam...cahaya itu burung kecil ini.


Tak terasa...sayap si burungpun kembali pulih...ia mulai sesekali mencoba terbang. Aku diam tersenyum melihat ia yang mencoba terbang. Aku sangat bahagia meliat raut mukanya yang penuh semangat ketika ia terbang. Tak jarang juga aku melarang dia terbang dan menyuruhnya untuk beristirahat sejenak atau untuk tidak nekat.

Namun...pada suatu hari, si burungpun mungkin merasa jenuh pada diriku..ia terbang hampir setengah sumur. Aku berdiri dengan terpincang memanggil dirinya untuk kembali "kau mau kemana? kembalilah...kembalilah padaku...jangan tinggalkan aku...tolong tetaplah disampingku..kaulah yang bisa membangkitkan semangatku..aku mohon...aku juga ingin keluar dari sumur ini..hanya kau yang bisa menolongku...ku mohon kembalilah". Mendengar teriakanku yang menggema...dia berhenti sesaat dan menoleh sambil berkata..."Maaf...aku tak bisa kembali" lalu dia kepakan sayap dan pergi...pergi menjauh..pergi ke tempat hatinya berlabuh.....

Dan aku...kembali duduk penuh luka...kali ini dengan luka dihati mengingat betapa hal yang aku sayangi pergi meninggalkan ku...sesekali ku coba memanjat tapi terus terjatuh...kali ini setiap aku terjatuh..maka aku menangis...bukan..bukan karena sakit terjatuh...tetapi..karena sakit akan kehilangan....ketika lelah berusaha aku hanya memandangi lubang diatasku dan berharap kosong akan kembalinya si burung kecil itu kepelukanku....

Sampai saat inipun..ia tak kembali..

2 comments: