Saturday, December 19, 2009

Danau...

Jakarta, 19 December 2009 18.37

Dikamar ini lagi, ditemani lagu nidji 'sang mantan', memakai kaos oblong yang sama dari tadi pagi..(uh..bau keringat)...dan hanya memakai celana dalam...hehehe...(karena gak tahan panasnya udara dijakarta).

Sore ini aku berjalan melewati sebuah danau yang tidak jauh dari rumahku. Meskipun danau itu bukan tempat pemancingan tapi banyak sekali orang yang sengaja mancing disana, dari pria hingga wanita, dari anak kecil hingga orang tua. kulihat ekspresi mukanya satu persatu, tampak ada yang serius, tampak ada yang tertawa lepas, kesemuanya seperti menikmati udara sore dan tenangnya air danau buatan ini.

Angankupun melayang...

Dulu diatas danau ini berdiri sebuah restaurant, masih teringat jelas diotakku..aku berlari-lari di atas koridor papan kayu restaurant dengan tangan yang kotor oleh bekas makanan dan mulut yang setengah penuh nasi merengek ingin minta bermain sepeda air dan setelahnya habis dimarahi oleh mama..ya, aku ingat..itu dulu sekali, mungkin ketika aku kelas 2 SD. Itu salah satu restaurant kenangan yang pernah menjadi saksi bisu harmonisnya keluargaku saat itu.

Sayang sekali, sekitar dua tahun kemudian restaurant tersebut bangkrut. Aku hanya bisa melihat beberapa tiang beton penyangga bangunan dan danau yang membisu setelahnya. Tak pernah ada seorangpun yang mendekati danau itu, kasihan sekali...danaunya kesepian..
aku tak tega.

Beberapa tahun kemudian di sore hari, seorang pria hampir separuh baya dan anak perempuan yang berusia sekitar 13 tahun menghampiri danau yang kesepian. Mereka turun perlahan dari mobil sedan hitam yang diparkir dipinggir danau. Si pria dengan tampang seperti menahan malu dan si anak perempuan yang terdiam menahan senyum menenteng sebuah kantong plastik besar. Dengan berharap tidak ada yang melihat mereka pelan-pelan mendekati tepi danau dan lalu berjongkok membuka ikatan kantong plastik. Kemudian "Pyurrrrrrrrrr".....isi dari kantong plastikpun dituangkan ke dalam danau.
Sesaat setelah itu, Si anak perempuan tersenyum riang dan lalu berbisik dalam hati "danau, semoga kamu tidak kesepian lagi, aku memberimu teman untuk menemanimu bermain..." Mereka berdua berdiri sejenak melihat gemercik air danau lalu bergegas masuk ke mobil dan pergi meninggalkan danau dengan teman barunya.

Sekitar 4 tahun kemudian pada sore harinya, di awali dari satu orang, dua orang, tiga orang....mereka mengunjungi si danau. Hampir setiap hari mereka duduk ditepinya sambil memancing dan menikmati udara sore.

Aku..sore ini kembali melihat si danau dengan tiang beton yang tertancap di tengah-tengahnya .. danau yang tak lagi sepi...danau yang penuh tawa riang gembira dari sekumpulan orang yang berderet di tepinya sambil memancing....
Aku hanya tersenyum simpul melihat mereka satu persatu sambil mengingat..10 tahun lalu aku dan om ku melepas 10 ikan lele kecil untuk menemani si danau....

sepertinya si lele berkembang biak banyak di danau itu yah... :)

2 comments:

  1. anyone....please leave a comment hehehe

    ReplyDelete
  2. hehe,memelas mode on.jika danau itu bs punya mata,lihat matanya betapa mata itu mempunyai sorotan yg dalam,seakan kata2 saja tak cukup,berjuta ucpan trima kasih ada disana utk anak permpuan kecil dan laki2 separuh baya.

    ReplyDelete