Thursday, December 24, 2009

Isi..bukan bungkus

Bandung, 24 Desember 2009 1.08 PM

Bandung siang hari, kembali ku ditemani kepulan asap dan mata yang menyipit, beberapa jam sebelum kepulanganku ke Jakarta lagi untuk bulan ini. Ku biarkan jemariku berdansa di atas tuts mungil note book ku. Kali ini sudah setengah menyentuh bungkus ke empat yang tak bisa terhindari…dari nafas yang tersenggal aku hanya bisa mengeluarkan sebuah nafas dalam sambil berkata… “Aku Lelah”.


Kalo dipikir-pikir sangat disayangkan…lebih dari satu minggu aku mencoba berhenti menghisap tembakau dan sudah dua hari berturut-turut aku olah raga basket. Tapi siang ini, hanya untuk menghentikan air mata yang terus terjatuh, aku mencari ketenangan pada lintingan-lintingan tembakau.


Terus pikiranku melayang, mengapa banyak sekali orang yang selalu menilai sesuatu dari “bungkus”nya tanpa melihat apa yang tersembunyi dibalik bungkus tersebut. Bahkan banyak juga yang melihat sebuah usaha bagai tak kasat mata. Sungguh hal ini berkaitan dengan sebuah penghargaan.


Pernahkan kamu merasa tidak dihargai oleh seseorang ?


Jujur, aku sering merasa seperti itu. Padahal aku selalu mencoba untuk menghargai orang-orang yang tidak menghargai aku. Aku merelakan diriku untuk dilukai oleh orang-orang yang tidak aku sakiti. Aku mengalah untuk orang-orang yang tak mau mengalah padaku. Aku seperti ini apa karena aku kuat?apa kamu berpikir aku kuat? Tidak….sungguh..aku tak lebih baik dari manusia berhati rapuh..


Siang ini, untuk kebeberapa kalinya aku merasa sangat tidak dihargai oleh seseorang. Apa yang aku lakukan hasilnya seperti nihil. Kamu tau mengapa ini bisa terjadi? Karena orang itu hanya memandang ‘bungkus’ ku saja…karena orang itu menilai semua dari ‘bungkus’nya saja dan lalu meniadakan semua hal baik yang pernah ada.


Aku bingung….buatku..apalah arti sebuah bungkus jika isinya tak bermakna. Apalah arti sebuah buku dengan cover warna-warni yang menarik mata dan dibuat oleh bahan cover kelas tinggi jika isi bukunya hanya sebuah bualan tanpa fakta, tanpa ilmu, atau tanpa sastra.


Kamu tau…ketika ada seseorang yang membukakan sebuah tutup botol air mineral dan mempersilahkan kamu terlebih dahulu untuk meneguk airnya sebelum dia…maka itu adalah hal yang berharga…karena dari situ kamu bisa tau betapa dia rela menahan kerongkongannya tetap kering demi melihat kamu dapat melepas dahaga..


Lihatlah dari isinya…bukan bungkusnya…


Sejenak menghela beberapa nafas dalam…ku tengok bungkus rokok ke empatku…ah..sudah tinggal 4 batang yang masih utuh…

No comments:

Post a Comment