Monday, December 7, 2009

Asap pukul 10 malam

Sejenakku terduduk ditengah dinginnya malam kota bandung, kepulan asap lagi-lagi menemaniku dalam sepi. Kutengok mangkuk asbakku, sudah tak terhitung putung rokok didalamnya. Jadi teringat ditanggal yang sama dan di jam yang sama, aku sedang dirundung mabuk asmara dengan seseorang, dan saat itu aku dan dia saling bercengkrama lewat handphone esia kesayanganku. Hhehe..tersenyumku masam sejenak dan lalu menghela nafas.
Memang roda waktu terus berputar ke depan tanpa sedikitpun mengerem, semuapun bisa berubah. Terkadang lucu juga yah jika mengatakan waktu seperti roda, karena yang aku tau roda itu bisa berputar ke depan dan ke belakang..hmm..yah entahlah, mungkin roda untuk waktu adalah roda luar biasa yang hanya bisa berputar ke depan.

Sekarang pukul sepuluh malam, kembali kutengok mangkuk asbakku dan kuhentikan kepulan asap yang daritadi menghiasi udara disekitarku. Satu..dua..tiga…hmm..sebelas yah..ternyata dari kemarin hingga malam ini pukul sepuluh malam diriku telah ditemani oleh asap dari sebelas puntung rokok…
Kalau begitu bagaimana dengan besok malam yah ? sudah berapa banyak yah ?
Tidur dulu ah…

Selamat malam bintang dilangit, selamat malam malaikatku…sebuah kata maaf hanya bisa terucap dari lubuk hati dipukul sepuluh malam…maaf jika aku menjadi mengecewakan…
Selamat malam…

No comments:

Post a Comment