Sunday, December 6, 2009

Masa lalu

Masa lalu…masa lalu merupakan bagian dari hidup. Setiap orang pasti punya masa lalu. Ada yang pahit ada yang manis, tak bisa dihapus karena bukan terukir dari pensil tapi terpahat rapih di sebuah jalan hidup. Tak dapat dipungkiri, seseorang pasti terbentuk dari masa lalu. Hingga terkadang perumusan hidup manusia itu adalah masa lalu ditambah masa sekarang sama dengan masa depan.


Masa lalu…datang lalu pergi, tapi bisa saja datang kembali setelah itu pergi. Namun tak berarti keadaan masih tetap sama. Bisa jadi lebih mudah atau semakin rumit.

Jika seseorang dari masa lalu datang pada masa sekarang, maka belum tentu orang tersebut adalah orang yang sama pada masa lalu yang pernah ditemui.

Terkadang orang menyikapi masa lalunya yang sakit dengan amarah, dendam atau bahkan membuang jauh-jauh lalu berlagak apatis bahwa masa lalunya itu tak pernah ada, padahal bisa saja yang menyakitkan itu berjasa pada masa depan kita.


Pernah ada seorang teman bercerita padaku. Ia memiliki dua orang dari masa lalunya, keduanya memberi madu dan racun pada kisah cintanya. Namun, akhirnya dia membuang salah satu masa lalunya , menguburnya dalam-dalam, benar-benar tak ingin sedikitpun menoleh kepadanya dan mempertahankan yang lainnya, karena dia beranggapan bahwa masa lalu ada yang harus disimpan dan ada yang harus dibuang.


Aku bingung…bukankah dia menjadi lebih kuat karena apa yang telah dia buang itu.

Ini tentang bagaimana, dan dari sisi mana kita menilai masa lalu itu.

2 comments:

  1. siip..aku setuju, jangan pernah melihat dengan sebelah mata. masa lalu adalah bagian yang membentuk kita saat ini, baik buruknya tak pernah ada satu manusiapun yang bisa memprediksi, lihat kembali masa lalu, dan tersenyumlah karena aku yakin selalu ada titik bahagia pada masa lalu.

    ReplyDelete
  2. masa lalu baiknya dipandang dengan dua sisi..baik dan buruk, tapi sebaiknya jangan terlalu terlena dengan hal baiknnya, akan lebih baik jika menjadikan hal buruk tersebut sebagai pelajaran agar selanjutnya dapat melindungi perasaan sendiri dari luka...

    ReplyDelete